UNGARAN, beritajateng.tv – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, belum menentukan sikap terkait Surat Edaran Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang menginstruksikan seluruh kepala daerah PDIP untuk menunda retret dengan Presiden Prabowo.
Ia menyampaikan, pihaknya masih akan melihat perkembangan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berangkat retret yang terjadwal mulai hari ini hingga Jumat, 28 Februari 2025 mendatang di Magelang.
Hal ini Bupati Semarang sampaikan saat beritajateng.tv konfirmasi di sela acara Tasyakuran dan Rapat Koordinasi Perdana Bupati dan Wakil Bupati Semarang 2025-2030 di gedung Setda Kabupaten Semarang, Ungaran, Jumat, 21 Februari 2025.
BACA JUGA: Jelang Pelantikan Bupati Semarang Ngesti Nugraha-Nur Arifah, Basari Beri Pesan Ini
Ngesti mengaku telah menerima surat edaran Ketum PDIP yang berisi instruksi agara seluruh kepala daerah PDIP menuda retret di Magelang.
“Tadi malam kami mendapat surat edaran Ketum PDI Perjuangan itu,” ungkap Ngesti.
BACA JUGA: Tak Ada Penyambutan Kepala Daerah, Kantor Bupati Semarang Penuh Karangan Bunga Ucapan Selamat
Selanjutnya, Ngesti menyampaikan jika nantinya diizinkan untuk berangkat, ia akan segera berangkat.
“Tapi akan kita lihat perkembangannya dulu,” jelasnya.
Mulai hari ini hingga Jumat pekan depan, kegiatan retret kepala daerah bakalan berlangsung di Magelang.
BACA JUGA: Kepala Daerah Kabupaten Semarang Dapat Ucapan Berupa Bibit Tanaman Produktif, Begini Maknanya
Namun, Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menginstruksikan agar seluruh kepala daerah PDIP menunda mengikuti kegiatan tersebut. Intstruksi ini tertuang dalam Surat Edaran PDIP Nomor: 7294/IN/DPP/II/ 2025.
Ngesti Nugraha sendiri merupakan kader PDIP yang baru saja Presiden Prabowo lantik di Istana Negara sebagai Bupati Semarang periode 2025-2030 bersama Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




