Jateng

Antisipasi 3,7 Juta Ton Timbunan di TPA Jatibarang, Pemkot Semarang Genjot Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik

×

Antisipasi 3,7 Juta Ton Timbunan di TPA Jatibarang, Pemkot Semarang Genjot Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik

Sebarkan artikel ini
Waspada Kemarau Ekstrem, Pemkot Semarang Gencar Pendinginan dan Patroli di TPA Jatibarang
Pendinginan sampah cegah kebakaran akibat gas metan di TPA Jatibarang Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Selain PSEL, kata dia, pemerintah pusat juga tengah menyiapkan skema pengolahan timbunan sampah yang selama ini telah menggunung di TPA Jatibarang. Program tersebut saat ini masih memasuki tahap penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Pengolahan Timbunan Sampah Lama Jadi Bahan Bakar

Agustina menuturkan, pengolahan timbunan sampah lama menjadi bahan bakar menjadi salah satu solusi penting mengingat kapasitas TPA Jatibarang telah lama mengalami kelebihan beban.

Ia mengungkap, saat ini timbunan sampah di TPA Jatibarang telah mencapai sekitar 3 juta ton. Dengan tambahan sekitar seribu ton sampah setiap hari, jumlah tersebut perkiraannya meningkat menjadi sekitar 3,36 juta ton pada akhir 2026 dan mencapai 3,7 juta ton pada akhir 2027.

“Iya, jadi TPA ini kan sudah kelebihan, karena tidak pernah diolah. Sampai penumpukan terus sekarang sudah ada 3 juta ton. Akhir tahun 2026 akan ada sekitar 3.360.000 ton. Kemudian akhir 2027 menjadi sekitar 3.700.000 ton,” ungkapnya.

Pihaknya mengungkap, pengolahan sampah lama menjadi bahan bakar akan berjalan berdampingan dengan PSEL. Pasalnya, PSEL hanya akan menerima sampah baru yang masuk setiap hari, sedangkan timbunan lama memerlukan teknologi pengolahan tersendiri.

“PSEL yang energi listrik itu hanya menerima sampah baru. Nah, yang sampah lama ini akan diolah menjadi waste to fuel,” ujarnya.

Pemkot Perkuat Pengelolaan Sampah dari Tingkat RT dan RW

Selain pengolahan di TPA, Pemkot Semarang juga memperkuat penanganan sampah dari tingkat masyarakat melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).

Program tersebut mendorong pengelolaan sampah sejak dari lingkungan RT dan RW agar volume sampah yang dibawa ke TPA dapat terus berkurang.

Agustina mengatakan, Pemkot Semarang juga menggandeng Tim Penggerak PKK untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“PKK di tiap RT saya beri bantuan Rp3 juta. Salah satunya untuk pengelolaan sampah. Selain itu juga untuk tanaman toga dan pemberantasan jentik nyamuk,” katanya.

BACA JUGA: TPA Ilegal hingga Kontainer Meluber, DPRD Kritik Kinerja Pengelolaan Sampah di Semarang