Aplikasi New Sakpole Diharapkan Tingkatkan Penerimaan Pajak

Pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Jateng saat berkunjung ke UPPD Kabupaten Brebes. (DPRD Jateng)

BREBES, 9/6 (beritajateng.tv) – Kinerja Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD)/ Samsat Kabupaten Brebes tahun ini dinilai membaik. Meski begitu, ada beberapa catatan yang diberikan Komisi C DPRD Jateng. Diantaranya persoalan aplikasi ‘New Sakpole’ dan piutang pajak.

Ketua Komisi C DPRD Jateng Bambang Hariyanto Baharudin mengatakan aplikasi ‘New Sakpole’ yang dikelola tiap UPPD masih belum optimal. Dia berharap, dengan adanya perubahan nama dari ‘Sakpole’ menjadi ‘New Sakpole’, pendapatan pajak bisa semakin meningkat.

“Kami berharap aplikasi itu bisa mendukung penerimaan pajak semakin naik,” katanya saat kunjungan kerja ke UPPD Kabupaten Brebes, Kamis (9/6/2022).

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng Sriyanto Saputro menambahkan, persoalan piutang pajak perlu mendapat perhatian serius. Dalam hal ini, pihaknya apresiatif dengan upaya UPPD Kabupaten Brebes yang melaksanakan pola penagihan pajak secara door to door.

“Kami menilai upaya ini cukup efektif karena bisa langsung ke target piutang,” kata politisi Fraksi Gerindra ini.

Sementara anggota Komisi C DPRD Jateng, Agung Budi Margono menyoroti soal aplikasi ‘New Sakpole.’ Menurut dia penerimaan pajak dari aplikasi ‘New Sakpole’ cukup fluktuatif. Namun, seharusnya penerimaan pajak itu cenderung meningkat

“Jangan hanya iklannya gencar. Jadi, antara narasi dan realisasi harus baik,” tegasnya.

Soal piutang, dia juga menilai hal tersebut perlu diselesaikan karena nilainya masih tinggi. Jika tidak dipercepat, maka angka piutang masih tetap ada.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala UPPD Kabupaten Brebes Chairunnisa mengaku aplikasi ‘New Sakpole’ perkembangannya sedikit lambat. Hal itu lebih dipengaruhi kebiasaan wajib pajak.

“Diakui, aplikasi yang sudah diperbarui itu agak sedikit rumit sehingga sekarang mulai banyak masyarakat yang memilih datang langsung ke Samsat,” paparnya.

Sedangkan terkait piutang pajak, dia menyatakan pola penagihan secara door to door cukup efektif.

“Hal ini didukung dengan mulai berjalannya operasi yustisi di lapangan bersama aparat kepolisian,” kata Chairunnisa.

Data yang dimilikinya menyebutkan, target penerimaan pajak melalui samsat dan aplikasi ‘New Sakpole’ pada 2021 sekitar Rp 130,95 miliar dan realisasinya Rp 114,13 miliar atau 87,15 persen. Untuk penerimaan pajak hingga tanggal 8 Juni 2022, dari target Rp 154,11 miliar baru tercapai Rp 57,08 miliar atau 37,04 persen.

Untuk progres piutang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pada 2021 tercatat ada 73.396 objek pajak dengan nilai Rp 17,58 miliar. Dari angka itu, ada 17.868 objek pajak yang sudah membayar senilai Rp 5,09 miliar. Dengan upaya door to door hingga Mei 2022, ada 1.877 objek pajak dengan nilai Rp 1,51 miliar. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.