Sistem digital ini juga harapannya dapat memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Dengan adanya akses informasi mengenai menu, kandungan gizi, hingga SPPG penyedia makanan, masyarakat dapat ikut memantau kualitas program yang menyasar para siswa tersebut.
Kehadiran sistem ini juga dapat membantu pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan. Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan dapat memiliki akses terhadap informasi yang dibutuhkan. Hal ini untuk memastikan program berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Terlebih, pelaksanaan MBG di berbagai daerah sebelumnya sempat mendapat sorotan terkait kualitas makanan hingga kasus dugaan keracunan yang sejumlah penerima manfaat alami.
BACA JUGA: Janji Kawal Operasional Dapur MBG 3T di Karimunjawa, Pemprov Jateng Tunggu Keputusan BGN
Sudaryono mengupayakan sistem pengawasan tersebut dapat segera masyarakat gunakan. BGN saat ini masih melakukan persiapan sebelum aplikasi resmi diluncurkan dan dapat diakses oleh publik.
”Kami sedang menyiapkan satu skema atau sistem ya. Nanti akan kami umumkan. Insya Allah mungkin minggu depan gitu kira-kira. Paling lambat dua minggu lagi atau minggu depan lah kami upayakan sudah bisa terakses,” pungkasnya.
Jika sistem tersebut telah tersedia, orang tua siswa nantinya dapat memanfaatkannya untuk mengetahui informasi terkait makanan yang anak terima dalam MBG. Mulai dari sekolah tempat anak belajar, menu makanan harian, kandungan gizi, lokasi dapur pengolahan, hingga pihak yang bertanggung jawab di SPPG. (*)
Editor: Farah Nazila





