SEMARANG, beritajateng.tv – Mohammad Arif Wijaksono resmi mengisi kursi DPRD Kota Semarang melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW). Anggota Fraksi PAN itu menggantikan almarhum Wachid Nurmiyanto yang meninggal dunia pada 6 Mei 2025.
Pelantikan Arif berlangsung dalam rapat paripurna DPRD Kota Semarang, Rabu, 7 Oktober 2026.
Arif Wijaksono akan melanjutkan masa keanggotaan DPRD Kota Semarang periode 2024-2029 yang sebelumnya Wachid Nurmiyanto jalankan.
Namun, masuknya Arif bukan sekadar mengisi kursi kosong. Dia langsung berhadapan pada sejumlah pekerjaan rumah di daerah pemilihannya, terutama persoalan banjir, rob, dan pembangunan infrastruktur.
Arif kini resmi menjadi anggota DPRD Kota Semarang dari Dapil 5 yang meliputi Kecamatan Mijen, Ngaliyan, dan Tugu. Dia berkomitmen meneruskan berbagai aspirasi yang sebelumnya telah diperjuangkan Wachid.
“Yang sudah di bangun oleh beliau, almarhum Wachid, saya teruskan di Dapil 5 nanti di Mijen, Ngaliyan dan Tugu,” ujar Arif seusai pelantikan, Rabu, 7 Oktober 2026.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman mengatakan pergantian anggota melalui PAW tidak otomatis mengubah posisi dalam alat kelengkapan dewan (AKD).
Menurutnya, Arif Wijaksono akan menempati posisi yang sebelumnya dijalankan Wachid Nurmiyanto. Dengan demikian, susunan AKD DPRD Kota Semarang tetap berjalan tanpa perubahan.
“Di aturan tata tertib kita, penggantian antarwaktu posisi AKD ini akan kembali semula,” kata Pilus, sapaan akrab Kadar Lusman.
Ia menegaskan posisi Arif akan mengikuti penempatan Wachid sebelumnya. Jika Wachid berada di Komisi C, Arif juga akan berada di komisi tersebut.
BACA JUGA: Yosi Penuhi Klarifikasi Pelanggaran Etik BK DPRD Semarang, Akui Datang ke Spa Tapi Bantah Tuduhan
“Kalau di Komisi C ya di Komisi C. Kalau di Banggar ya sudah di Banggar. Tidak ada perubahan,” ujarnya.
Pilus berharap Arif segera beradaptasi dengan ritme kerja DPRD. Ia juga meminta Arif meneruskan kegiatan dan komunikasi dengan masyarakat yang sebelumnya telah Wachid lakukan.
“Harapannya yang menggantikan ini segera menyesuaikan, melakukan kegiatan-kegiatan yang sama seperti apa yang sudah dilakukan sebelumnya,” katanya.
Pesan serupa datang dari Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin yang hadir mewakili Wali Kota Agustina Wilujeng. Ia meminta Arif ikut mengawal persoalan lingkungan dan infrastruktur Kota Semarang.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah penanganan rob dan banjir. Iswar menilai persoalan tersebut perlu mendapat pengawalan serius, khususnya karena berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan pariwisata.
“Rob banjir tetap menjadi sebuah prioritas dalam rangka mendukung dunia kepariwisataan di Kota Semarang. Pariwisata tidak bisa hidup kalau banjirnya ada,” ujar Iswar.
Menurut Iswar, pembangunan infrastruktur harus terus di perkuat untuk meningkatkan kapasitas wilayah. Upaya tersebut sekaligus penting untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kota Semarang. (*)




