“Selama ini masyarakat mungkin hanya mengenal ADO sebagai kelompok yang vokal di jalan. Tapi melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa kami juga berkontribusi positif bagi lingkungan,” tutupnya.
Astrid juga mengungkapkan bahwa ADO telah menyampaikan ke pihak kelurahan Pleburan agar ada penyediaan tempat pembuangan sampah dan penerangan jalan di kawasan tersebut.
BACA JUGA: Kembali Unjuk Rasa, Driver Online Ancam Aplikator Angkat Kaki dari Jateng Jika Tak Taati SK Gubernur
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengenalkan komunitas pengemudi transportasi daring di mata masyarakat.
Aksi ‘ADO Resik-Resik’ ini harapannya mampu menginspirasi komunitas lain di Kota Semarang untuk turut menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik. (*)
Editor: Farah Nazila





