SEMARANG, beritajateng.tv – Maskapai Flyjaya dikabarkan akan membuka rute penerbangan Yogyakarta ke Karimunjawa.
Hal itu terungkap dari Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, Agung Hariyanto.
“Jadi tahun ini ada maskapai penerbangan Flyjaya yang berencana akan buka rute penerbangan dari Jogja ke Karimunjawa, Bandara Dewadaru,” ungkap Agung.
Menurut keterangannya, rute YIA-KWB itu akan dioperasikan dengan pesawat ATR, kapasitas maksimal 70 orang.
Agung pun turut mengungkap kemungkinan bukanya rute dari Jakarta (Halim Perdanakusuma) menuju Dewadaru jika peminatnya tinggi.
“Sementara ini dari Jogja dulu, nanti liat perkembangan pasarnya. Kalau pasarnya cukup bagus, akan di buka dari Halim ke Karimunjawa,” sambung dia.
BACA JUGA: Rute Penerbangan Baru Nam Air Semarang-Sampit Buka Via Bandara Ahmad Yani
Jika perizinan berjalan lancar, kata Agung, penerbangan YIA-KWB akan mulai beroperasi pada April 2025.
Untuk harga tiket, Agung belum bisa menyampaikan secara pasti. Namun, ia menyebut harga tiket di banderol sekitar Rp1 juta.
“Ini terbosoan kita, karena sejak awal kami mengusulkan pada Perhubungan untuk bisa dibuka kembali rute penerbangan ke Dewadaru. Kita lakukan forum komunikasi dengan para asosiasi, akhirnya direspons oleh Flyjaya. Citilink, Lion, kita undang, tapi yang berminat Flyjaya,” akunya.
Ingin Ciptakan Quality Tourism di Karimunjawa, Agung sasar wisatawan kelas atas
Ia menyebut, bukanya rute YIA-KWB itu untuk menarik segmen wisatawan mancanegara.
“Kalau kesiapan pelaku wisata di sana sambil jalan, kalau kita nunggu siapnya ya gak akan jalan, sama saja seperti nunggu telur atau ayam. Sambil jalan berproses, kita siapkan semuanya,” jelas dia.
Agung mengungkap, rata-rata kunjungan wisatawan ke Karimunjawa 3 hingga 4 ribu wisatawa per pekannya. Dengan adanya maskapai Flyjaya ini, ia berharap kunjungan itu bisa meningkat.
BACA JUGA: Promo Kemerdekaan, Naik BRT Trans Jateng Cuma Bayar Rp79 Pakai QRIS, Ini Daftar Rutenya
Namun, dengan status Karimunjawa sebagai Taman Nasional, Agung ingin menciptakan ekosistem quality tourism di sana.
“Harapannya, Karimunjawa jadi quality tourism. Segmen kita menengah ke atas. Karimunjawa kan Taman Nasional, jangan sampai overload, biar tanannya gak rusak. Makanya kita arahkan level premium,” pungkas dia. (*)
Editor: Farah Nazila












