SEMARANG, beritajateng.tv – Aktivitas belajar mengajar masih berjalan di SD Negeri (SDN) Pendrikan Lor 02 Semarang meski empat ruangan di sekolah yang berada di pusat Kota Semarang itu nampak lapuk, bahkan plafon tampak hampir roboh.
Ruangan yang mengalami kerusakan meliputi kelas 2A, kelas 2B, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan perpustakaan.
Bagian kusen kayu hampir habis akibat rayap, sementara rangka atap dan plafon mulai rapuh sehingga berpotensi membahayakan siswa maupun guru.
Kepala SDN Pendrikan Lor 02 Semarang, Dwi Hartiningsih, mengaku khawatir kondisi bangunan semakin memburuk.
“Banyak kerusakannya. Terutama untuk kelas 2 A, kelas 2 B dan UKS serta perpustakaannya. Itu bagian-bagian kayu-kayunya terutama kusen-kusennya sudah habis di makan rayap. Kemudian atap-atapnya itu juga sangat berbahaya bagi siswa-siswa,” kata Dwi, Kamis, 30 Juli 2026.
Demi menjaga keselamatan siswa, pihak sekolah terpaksa memindahkan proses belajar mengajar ke lokasi yang lebih aman.
“Akhirnya saya ungsikan anak-anak ke kelas yang lebih aman. Saya ungsikan di sana (kelas lain, Red) tetapi masih untuk aktivitas (KBM,Red) juga, perpustakaannya juga,”
Menurut Dwi, pembelajaran kini berlangsung secara bergantian di ruang kelas lain, mushola, hingga area terbuka di lingkungan sekolah. Langkah itu agar kegiatan belajar tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan peserta didik.
“Kadang mereka belajar di mushola, kadang di luar kelas. Yang penting masih di lingkungan sekolah dan proses belajar tetap berlangsung,” katanya.
Ia mengungkapkan, kerusakan bangunan sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Bahkan pada Desember tahun lalu, sebagian genting ruang kelas sempat roboh akibat rangka atap yang lapuk.
Perbaikan darurat sudah menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun hanya mampu menutup sebagian kecil kerusakan.
“Kami sudah menambal menggunakan dana BOS, tetapi itu hanya untuk perbaikan sementara. Untuk memperbaiki seluruh bangunan tentu dana BOS tidak mencukupi,” jelasnya.
BACA JUGA: Ironi Sekolah di Pusat Kota Semarang, Atap Rapuh Dimakan Rayap Ruang Kelas SDN Pendrikan Lor 02 Nyaris Roboh
Dwi menyebut bangunan sekolah terakhir kali mendapatkan renovasi besar pada era 1990-an. Saat ini terdapat sekitar 298 siswa yang belajar di sekolah tersebut dengan dua rombongan belajar di setiap tingkat.
Meski fasilitas mengalami kerusakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan normal. “Kami berharap pemerintah bisa segera membangun kembali sekolah ini agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, M. Ahsan, memastikan SD Negeri Pendrikan Lor 02 telah masuk dalam daftar prioritas rehabilitasi pada tahun 2026.
“SD Negeri Pendrikan Lor 02 sudah masuk skema perbaikan tahun 2026. Harapannya, setelah diperbaiki nanti proses pembelajaran menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa,” kata Ahsan.
Ia menjelaskan, perbaikan akan mencakup kerusakan kategori sedang maupun berat. Tim sarana dan prasarana Dinas Pendidikan masih melakukan asesmen untuk menentukan tingkat kerusakan setiap bangunan.
“Ada bagian yang masuk kategori sedang dan ada yang berat. Semua akan kami asesmen terlebih dahulu agar penanganannya sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Ahsan menambahkan, pada tahun 2026 Dinas Pendidikan Kota Semarang mengalokasikan rehabilitasi lebih dari 30 titik sekolah dasar yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Program tersebut akan berlanjut pada 2027 dengan target lebih dari 40 lokasi.
“Tahun ini sudah ada puluhan titik yang masuk program rehabilitasi. Sebagian sudah berproses, baik tahap lelang maupun mulai pengerjaan. Kami berharap seluruh perbaikan bisa berjalan sesuai jadwal sehingga sekolah-sekolah yang rusak dapat kembali memberikan rasa aman bagi peserta didik,” pungkasnya. (*)





