Kota Semarang sendiri terpilih sebagai pilot project ini karena angka DBD di Kota Semarang sempat menjadi ranking nomor satu di Jawa Tengah. Sampai 29 september 2022 tercatat ada 700 kasus di Kota Semarang dengan kematian mencapai 31 anak sebagian besar anak-anak.
Sebelumnya berbagai cara telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang guna menekan kasus ini. Program pemberantasan sarang nyamuk atau PSN dilakukan bersama dengan Dinas Kesehatan (DKK), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang dan tokoh masyarakat salah satunya melalui pelaksanaan program Si Centik (siswa mencari jentik) karena sebaran nyamuk juga berada di sekolah.
“Setelah kita tahu problematika utama DBD adalah anak-anak, maka kerja sama dengan Disdik yang mana meminta anak laki-laki menggunakan celana panjang dan perempuan menggunakan rok panjang. Lalu muncul lah metode Wolbachia yang tidak menyebarkan DBD,” pungkas Hendi. (Ak/El)