Untuk mendukung layanan kesehatan selama Porprov, tim menyiapkan sekitar 275 tim yang tersebar di enam wilayah tuan rumah. Setiap tim standar terdiri atas satu dokter, satu perawat, satu pengemudi, dan satu unit ambulans.
Tim kesehatan juga menyiapkan ambulans bergerak sebagai pengganti apabila tim yang berjaga di suatu arena harus meninggalkan lokasi untuk membawa pasien ke rumah sakit.
BACA JUGA: Kematian Ayudiah Rivana Jadi Tanda Tanya, KONI Kota Semarang Serahkan ke Kepolisian
SOP Pertolongan Menjadi Bahan Evaluasi
Sebelumnya, Sekretaris Umum Porprov Jateng, Budi Santoso, menyampaikan atlet silat tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya menunjukkan perkembangan baik. Ia berharap atlet itu dapat segera pulang setelah kondisinya memungkinkan.
Insiden tersebut turut menjadi perhatian setelah video pertandingan beredar di media sosial. Dalam video itu, atlet terlihat mengalami kejang setelah terjatuh, sementara wasit masih melakukan hitungan.
Budi menjelaskan, prosedur pencak silat yang berlaku mengharuskan wasit melakukan hitungan ketika atlet terjatuh. Namun, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar aspek keselamatan lebih ԁiutamakan ketika atlet terlihat membutuhkan pertolongan segera.
“Begitu jatuh, wasit harus menentukan segera ԁitolong, tidak ada hitungan lagi. Ini harapan kita,” kata Budi.
Ia menyebut usulan perbaikan prosedur akan ԁisampaikan kepada pengurus cabang olahraga di tingkat pusat. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





