SEMARANG, beritajateng.tv – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang menyerahkan penelusuran penyebab meninggalnya atlet pencak silat Ayudiah Rivana Tridiandinata ke kepolisian.
KONI meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan agar tidak ada spekulasi mengenai kematian atlet muda tersebut.
Ayudiah Rivana meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026), sehari setelah menjalani operasi. Ivana, sapaan akrabnya telah menjalani operasi akibat cedera jari tengah yang ia alami saat bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
BACA JUGA: Agustina Berduka atas Kepergian Ayudiah Rivana, Atlet Pencak Silat Kota Semarang yang Berpulang
Kepergian Ayudiah Rivana mengejutkan jajaran KONI Kota Semarang. Atlet tersebut memiliki potensi besar untuk meraih prestasi. Terlebih usianya masih muda dan peluangnya untuk mengembangkan karier olahraga masih terbuka lebar.
General Manager Tim Pemenangan KONI Kota Semarang, Helly Sulistyanto, mengatakan pihaknya sangat kehilangan sosok atlet yang menjadi andalan kontingen tersebut.
“Kita terpukul karena Ivana adalah atlet andalan KONI Kota Semarang. Potensinya untuk meraih emas besar dan usianya masih muda. Perjalanan prestasinya ke depan masih panjang,” kata Helly.
Sebagai bentuk belasungkawa, Helly menyampaikan bahwa pengurus KONI Kota Semarang mengenakan pita hitam untuk menghormati kepergian Ivana.
Berawal dari Cedera Jari Saat Bertanding
Helly menjelaskan, Ivana mengalami cedera pada jari tengah setelah bertanding. Pada awalnya, cedera tersebut terlihat seperti cedera yang lazim terjadi dalam olahraga bela diri.
Tim kemudian membawa Ivana ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Helly mengaku tidak menyangka kondisi atlet tersebut berujung pada kabar duka.
“Awalnya kami berpikir cederanya biasa saja. Apalagi hanya di jari tengah. Setelah dibawa ke rumah sakit dan mendapat penanganan, kami tidak menyangka ternyata Tuhan berkehendak lain,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, pemeriksaan awal di rumah sakit mencakup kondisi jari dan tekanan darah. Ia menyebut hasil yang dilaporkan kepadanya saat itu tampak normal.





