“Pakta integritas ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk menghindari praktik-praktik yang melanggar aturan, termasuk unsur KKN. Semua tercatat secara tertulis agar menjadi pengingat bersama,” jelasnya.
Agustina mengungkapkan, hampir seluruh ASN Pemkot Semarang hadir dalam kegiatan tersebut. Hanya sebagian kecil yang berhalangan karena alasan kesehatan atau tugas yang tidak bisa ditinggalkan.
“Dari jumlah yang ada, hanya beberapa ASN yang tidak hadir karena sakit atau kendala tertentu. Selebihnya hadir secara fisik dan menyatakan komitmen untuk bekerja lebih baik di tahun 2026,” katanya.
Ia berharap, komitmen yang telah ditandatangani tidak berhenti pada seremonial semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kinerja sehari-hari, mulai dari level pimpinan hingga ASN di tingkat paling bawah.
“Kami mohon doa dari seluruh warga Kota Semarang. Mudah-mudahan di tahun 2026 ini, ASN Kota Semarang, sampai ke tingkat paling rendah, bisa menjadi ASN teladan, tidak hanya di daerah tetapi juga di tingkat nasional,” tutur Agustina. (*)
Editor: Elly Amaliyah













