Jateng

Masih Ada Kembang Api di Malam Tahun Baru, Polda Jateng: Itu Warga, Bukan Instansi atau Penyelenggara

×

Masih Ada Kembang Api di Malam Tahun Baru, Polda Jateng: Itu Warga, Bukan Instansi atau Penyelenggara

Sebarkan artikel ini
kembang api tahun baru | AKBP Basuki Tersangka
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, saat dijumpai di Stasiun Semarang Tawang, Kota Semarang, Minggu, 21 Desember 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Meskipun sudah dilarang, kembang api masih menyala di perhelatan malam Tahun Baru 2026 lalu. Melalui unggahan akun Instagram @semarangskyject pada Kamis, 1 Januari 2026, tampak perayaan malam tahun baru di Simpang Lima Kota Semarang masih diwarnai oleh kembang api dan musik yang keras.

“Ironi! Kembang api dilarang, tapi musik tetap keras, lampu tetap gemerlap, dan kembang api tetap menyala. Di satu sisi, empati dan duka patut dihormati. Di sisi lain, hidup tetap berjalan. Ada yang butuh hiburan. Ada yang menggantungkan penghasilan dari satu malam ini. Antara rasa, aturan, dan realita. Pergantian Tahun Baru 2026 ini simalakama. Happy New Year 2026 Everyone,” tulis akun tersebut.

Merespons hal tersebut, Polda Jawa Tengah mengakui masih ada letupan kembang api di sejumlah titik saat malam pergantian Tahun Baru 2026, meski sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan dengan pesta kembang api.

BACA JUGA: Tanpa Pesta Kembang Api, Malam Tahun Baru 2026 di RTH Bandungan Tak Semeriah 2025: Warung Sepi

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyebut secara umum mayoritas warga Jawa Tengah telah mematuhi imbauan aparat dengan merayakan malam tahun baru melalui doa bersama dan konser amal.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mayoritas warga Jawa Tengah yang telah mengindahkan imbauan kami untuk merayakan pergantian tahun dengan doa bersama dan konser amal,” ujar Artanto dalam keterangan tertulis yang beritajateng.tv terima pada Jumat, 2 Januari 2026.

Polisi: Tetap Ada Kembang Api pada Malam Tahun Baru karena Euforia Sesaat

Terkait masih adanya kembang api yang publik nyalakan di beberapa titik, Artanto menilai hal tersebut lebih sebagai euforia sesaat dari masyarakat.

“Mengenai masih adanya letupan kembang api di beberapa titik, kami melihat ini lebih sebagai bentuk euforia sesaat,” ujarnya.

Artanto menegaskan, petugas di lapangan tidak melakukan penindakan represif. Aparat memilih pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat. Ia memastikan, kembang api tersebut berasal dari warga masyarakat, bukan dari instansi atau kegiatan resmi.

BACA JUGA: Ganti Kembang Api Jadi Sholawatan, Ahmad Luthfi Minta Warga Jateng Rayakan Tahun Baru dengan Doa

“Petugas kami di lapangan semalam sudah melakukan tindakan persuasif dan edukatif. Sifatnya mengingatkan dan imbauan yang humanis. Yang menyalakan kembang api dari warga masyarakat,” tegas Artanto.

Lebih lanjut, Artanto menekankan fokus utama Polda Jawa Tengah pada malam pergantian tahun adalah menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.

“Fokus utama kami semalam adalah memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kelancaran arus lalu lintas agar tidak ada insiden yang membahayakan nyawa,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp