Jateng

Kota Semarang Terbanyak Dikunjungi Wisatawan di Libur Nataru, Disporapar Jateng: 431 Ribu, Kalahkan Solo

×

Kota Semarang Terbanyak Dikunjungi Wisatawan di Libur Nataru, Disporapar Jateng: 431 Ribu, Kalahkan Solo

Sebarkan artikel ini
Semarang Wisatawan | Delapan Ruas Jalan di Kota Semarang Bakal Bebas Kabel Udara
Kawasan Kota Lama Semarang menjadi salah satu kawasan yang bebas kabel udara karena sistem kabel menggunakan ducting atau tanam di bawah tanah. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang menjadi daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi di Jawa Tengah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Hingga penghujung Desember 2025, total kunjungan wisatawan ke Kota Semarang tercatat mencapai 431 ribu lebih orang.

Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Masrofi, berdasarkan laporan akhir kunjungan wisata Nataru di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Masrofi menyebut lonjakan kunjungan wisatawan di Kota Semarang didominasi oleh kawasan Kota Lama Semarang dan Lawang Sewu.

BACA JUGA: Libur Nataru, Kota Lama Semarang Jadi Favorit Wisata Sejarah Nusantara

Berdasarkan data Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Lama Semarang selama periode Nataru mencapai 310.224 orang. Sementara Gedung Lawang Sewu dikunjungi sebanyak 67.071 wisatawan.

“Yang paling banyak itu di Kota Lama dan Lawang Sewu. Dua itu yang jadi tujuan utama wisatawan di Semarang,” kata Masrofi.

Selain dua lokasi tersebut, wisatawan juga mengunjungi destinasi lain seperti Sam Poo Kong dan kawasan wisata kota, meski jumlahnya tidak sebesar Kota Lama.

Kota Lama Unggul karena Gratis dan Banyak Gedung “Estetik”

Masrofi menjelaskan, tingginya minat wisatawan ke Kota Lama tidak lepas dari penataan kawasan yang terus berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, Kota Lama kini lebih terang, tertata, dan hidup hingga malam hari.

“Sekarang Kota Lama sudah berbenah. Jalannya lebih baik, penerangannya sudah tidak gelap lagi, hampir di setiap sudut itu ramai,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyaknya kafe, restoran, tempat hiburan, dan spot foto turut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Banyak bermunculan kafe, restoran, tempat hiburan, dan tempat foto. Itu menambah kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun,” jelas Masrofi.

BACA JUGA: Nostalgia Masa Kecil hingga Wisata Sejarah, Lawang Sewu Jadi Jujugan Wajib Wisatawan di Semarang

Keunggulan lain Kota Lama, lanjut dia, adalah tidak adanya tiket masuk.

“Keunggulan Kota Lama itu enggak bayar tiket. Orang bisa datang, lihat-lihat, menikmati suasana. Bayarnya paling saat makan atau masuk tempat tertentu yang berbayar,” katanya.

Masrofi menilai, konsep kawasan terbuka dan bernilai sejarah membuat Kota Lama menjadi berbagai kalangan wisatawan minati.

“Orang ingin melihat kota sejarah. Tempatnya luas, terbuka, tidak ada batas tembok, sehingga wisatawan lebih leluasa,” pungkasnya.

Kota Semarang Teratas, Kemudian Demak dan Klaten

Selain Kota Semarang, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah juga mencatat lima besar kabupaten/kota dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi selama Nataru 2025.

Setelah Kota Semarang, Kabupaten Demak mencatat 412.453 kunjungan, berlanjut Kabupaten Klaten dengan 390.373 kunjungan. Kemudian Kabupaten Rembang sebanyak 227.912 kunjungan dan Kota Surakarta atau Kota Solo 214.773 kunjungan.

Sementara untuk destinasi wisata tingkat provinsi, kunjungan terbanyak tercatat di Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak (203.512), Makam Sunan Kalijaga (173.190), Taman Wisata Candi Prambanan (152.817), Masjid Raya Syekh Zayed Solo (108.021), Candi Borobudur (93.170), serta kawasan Dieng Banjarnegara (91.089).

Masrofi menegaskan, tren kunjungan wisata selama Nataru menunjukkan Kota Semarang semakin menguat sebagai destinasi utama wisata perkotaan di Jawa Tengah. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp