SEMARANG, beritajateng.tv – Insiden kebakaran sepeda motor di area SPBU Sriwijaya, Kota Semarang, menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga memicu evaluasi terhadap sistem penanganan kebakaran di fasilitas umum.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa kebakaran, sekecil apa pun, tetap membawa dampak besar bagi masyarakat.
“Kami tentu prihatin. Setiap kejadian kebakaran pasti ada kerugian, dan kami berharap masyarakat yang terdampak bisa tabah,” ujarnya.
Pasca kejadian, tim Damkar langsung melakukan inspeksi ke lokasi untuk mengevaluasi kesiapan sistem penanganan darurat. Dari hasil peninjauan, ditemukan bahwa kecepatan respons di lapangan masih perlu ditingkatkan.
“Kami melihat perlu ada penguatan kolaborasi, khususnya dengan pihak pengelola SPBU. Respons di situasi darurat harus lebih cepat dan sigap,” jelasnya.
Menurut Rianung, salah satu kunci utama dalam mencegah kebakaran meluas adalah kemampuan awal dalam menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR.
Ia menilai, kepekaan terhadap potensi api menjadi hal yang tidak boleh kita abaikan.
“Kalau ada api, jangan di biarkan. Api kecil kalau tidak segera tertangani bisa menjadi besar dan sulit padam,” tegasnya.
BACA JUGA: Viral Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya Semarang, Pertamina Bantah APAR Tak Boleh Dipakai
Damkar juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan SPBU, termasuk pelatihan rutin terkait penanganan kebakaran.
Hal ini penting mengingat SPBU merupakan area dengan risiko tinggi karena berkaitan langsung dengan bahan bakar.
Sementara itu, Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti, menjelaskan bahwa APAR memiliki beberapa jenis sesuai dengan klasifikasi kebakaran. Seperti tipe A untuk bahan padat, tipe B untuk bahan bakar, dan tipe C untuk instalasi listrik.
“Setiap jenis kebakaran membutuhkan penanganan yang berbeda. Karena itu, pemahaman tentang jenis APAR sangat penting,” katanya.





