Viral

Viral Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya Semarang, Pertamina Bantah APAR Tak Boleh Dipakai

×

Viral Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya Semarang, Pertamina Bantah APAR Tak Boleh Dipakai

Sebarkan artikel ini
Motor terbakar di SPBU Sriwijaya Semarang. (Foto: Instagram/@infokejadiansemarang_new)

SEMARANG, beritajateng.tv – Jagat maya tengah dihebohkan dengan unggahan video pendek yang memperlihatkan insiden motor terbakar pada area SPBU Sriwijaya Semarang.

Video berdurasi 27 detik tersebut memicu simpati sekaligus kemarahan warganet lantaran narasi pemilik motor yang mengaku petugas persulit saat meminta bantuan alat pemadam api ringan (APAR).

Dalam kesaksiannya, pemilik motor menyatakan bahwa pihak pengelola enggan menggunakan APAR dengan alasan biaya yang mahal.

Ia mengaku harus berjuang memadamkan api sendirian menggunakan kain hitam basah sementara petugas justru memintanya menjauhkan motor.

BACA JUGA: Cemburu Mantan Istri Akan Menikah Lagi, Pria di Jepara Nekat Bakar Mantan Mertua

Akibat keterlambatan penanganan tersebut, kendaraan roda dua itu ludes hingga menyisakan rangka saja sebelum akhirnya petugas menyemprotkan pemadam.

“Pihak pom tidak boleh dengan alasan mahal alias dipersulit. Padahal secepat mungkin kalau ada api, pihak pom harus memadamkan,” tulis narasi dalam video viral tersebut.

Insiden yang terjadi pada akhir pekan ini pun langsung ditangani oleh pihak kepolisian setelah mendapat laporan dari warga sekitar yang ikut merasa geram di lokasi kejadian.

Klarifikasi Pertamina Terkait Insiden SPBU Sriwijaya Semarang

Merespons kegaduhan tersebut, Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, memaparkan kronologi sebenarnya berdasarkan rekaman CCTV.

Menurut pantauan kamera pengawas, motor tersebut masuk ke area pengisian dalam kondisi tidak menyala atau pemiliknya tuntun.

Setelah mengisi BBM jenis Pertamax, motor kembali ia tuntun ke arah pintu keluar. Namun, saat pemilik mencoba menyalakan kendaraan dengan cara mengutak-atik mesin, muncul percikan api yang menurut dugaan berasal dari korsleting sistem kelistrikan.

BACA JUGA: Satu Kamar Kos Ludes Terbakar di Peterongan, Barang Elektronik Hangus Rugi Puluhan Juta

Taufiq membantah keras tuduhan bahwa operator sengaja membiarkan api membesar karena perhitungan biaya APAR.