Jateng

Bahaya Kebakaran di SPBU, Damkar Semarang: Respon Cepat Jadi Kunci

×

Bahaya Kebakaran di SPBU, Damkar Semarang: Respon Cepat Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini
Bahaya Kebakaran di SPBU, Damkar Semarang: Respon Cepat Jadi Kunci
Kepala Damkar Kota Semarang, Sih Rianung dan Sekdin Damkar Ade Bhakti Ariawan. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Insiden kebakaran sepeda motor di area SPBU Sriwijaya, Kota Semarang, menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.

Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga memicu evaluasi terhadap sistem penanganan kebakaran di fasilitas umum.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa kebakaran, sekecil apa pun, tetap membawa dampak besar bagi masyarakat.

“Kami tentu prihatin. Setiap kejadian kebakaran pasti ada kerugian, dan kami berharap masyarakat yang terdampak bisa tabah,” ujarnya.

Pasca kejadian, tim Damkar langsung melakukan inspeksi ke lokasi untuk mengevaluasi kesiapan sistem penanganan darurat. Dari hasil peninjauan, ditemukan bahwa kecepatan respons di lapangan masih perlu ditingkatkan.

“Kami melihat perlu ada penguatan kolaborasi, khususnya dengan pihak pengelola SPBU. Respons di situasi darurat harus lebih cepat dan sigap,” jelasnya.

Menurut Rianung, salah satu kunci utama dalam mencegah kebakaran meluas adalah kemampuan awal dalam menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR.

Ia menilai, kepekaan terhadap potensi api menjadi hal yang tidak boleh kita abaikan.

“Kalau ada api, jangan di biarkan. Api kecil kalau tidak segera tertangani bisa menjadi besar dan sulit padam,” tegasnya.

BACA JUGA: Viral Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya Semarang, Pertamina Bantah APAR Tak Boleh Dipakai

Damkar juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan SPBU, termasuk pelatihan rutin terkait penanganan kebakaran.

Hal ini penting mengingat SPBU merupakan area dengan risiko tinggi karena berkaitan langsung dengan bahan bakar.

Sementara itu, Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti, menjelaskan bahwa APAR memiliki beberapa jenis sesuai dengan klasifikasi kebakaran. Seperti tipe A untuk bahan padat, tipe B untuk bahan bakar, dan tipe C untuk instalasi listrik.

“Setiap jenis kebakaran membutuhkan penanganan yang berbeda. Karena itu, pemahaman tentang jenis APAR sangat penting,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini seluruh APAR wajib memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) agar kualitas dan keamanannya terjamin.

Dalam praktik di lapangan, Ade menyebut langkah pertama yang biasanya petugas SPBU lakukan saat terjadi kebakaran adalah menjauhkan sumber api dari dispenser bahan bakar untuk mencegah risiko yang lebih besar.

“Prioritas utama adalah menjauhkan api dari sumber bahan bakar. Setelah itu baru  pemadaman menggunakan APAR,” jelasnya.

Damkar menekankan bahwa upaya pencegahan jauh lebih penting dari penanganan saat kebakaran sudah terjadi. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan.

Sepanjang tahun 2025, Damkar Kota Semarang telah melibatkan lebih dari 22 ribu warga dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan penanggulangan kebakaran, mulai dari tingkat anak-anak hingga lingkungan RT.

“Kami ingin masyarakat lebih paham. Pencegahan itu jauh lebih penting daripada pemadaman,” ujarnya.

BACA JUGA: Insiden Motor Terbakar, SPBU Sriwijaya Semarang Ditutup Sementara untuk Pembinaan

Ade juga mengingatkan agar APAR ditempatkan di lokasi yang mudah di jangkau dan tidak terkunci. Menurutnya, masih ada kasus di mana APAR justru tidak bisa mereka gunakan saat darurat karena terkunci.

“APAR harus siap pakai. Jangan sampai saat butuh malah tidak bisa kita gunakan karena terkunci atau sulit di jangkau,” tegasnya.

Melalui kejadian ini, Damkar berharap seluruh pihak, baik pengelola fasilitas umum maupun masyarakat, dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi potensi kebakaran.

“Kalau semua pihak memiliki kesadaran dan kesiapan, maka risiko kebakaran bisa di tekan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp