SEMARANG, 26/12 (beritajateng.tv) – Presiden pertama RI, Soekarno menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto adalah tokoh stylish, baik dari pikiran, komunikasi maupun ide-idenya. Hal itu disampaikan Bambang Pacul dalam acara “Perjanjian dengan Bung Karno” yang diadakan di Kafe Warga Lokal, Gedawang, Semarang, Sabtu (25/12/2021) malam.
“Saya penggemar sejak muda Bung Karno. Setiap orang punya punya subjektivitas tentang Bung Karno. Tapi bagi Bambang Pacul, Bung Karno adalah tokoh stylish. Stylish dari segi pikirannya, stylish cara komunikasinya, stylish ide-idenya yang luar biasa. Dan stylish bagaimana ia menghormati dirinya. Sungguh luar biasa, ini manusia sangat stylish,” kata Bambang Pacul.
Ketua Komisi III DPR RI itu kemudian menceritakan stylish-nya Bung Karno. “Bung Karno menyatakan ada stadion yang jauh lebih bagus dari punya saya, tapi tidak ada satupun yang atapnya melingkar. Kita tanya berapa biaya, tak ada satupun yang tahu. Saya pastikan nggak ada yang tahu, kenapa saudara sekalian? karena stadion itu dibangun tidak pakai duit negara kemudian dari siapa? dari bantuan Nikita Khrushchev pemimpin Rusia,” jelas Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR RI tersebut.
Pemimpin Rusia itu, imbuh Bambang Pacul, bertanya kepada Bung Karno kenapa memilih membangun stadion yang besar dan mampu menampung 100 ribu orang disaat rakyatnya masih miskin.
“Apa jawaban Presiden? Ini yang saya sebut salah satu stylish yang dimiliki Bung Karno. Saat itu Bung Karno bilang, jika ada rakyat Rusia yang lapar dan tidak punya pakaian kemudian disediakan dua hal ini pakaian, ini makanan. Miskin, kelaparan, bajunya compang camping bahkan mungkin sudah tidak pakai baju lagi. Kira-kira rakyat Tuan Khrushchev milih mana tanya Bung Karno,” bebernya.
Khrushchev, imbuh Bambang Pacul memilih pakaian. “Itulah bedanya manusia dengan binatang, kata Bung Karno. Manusia punya martabat, manusia punya harga diri dan manusia punya pride. Jadi saya bangun bangsa itu pride-nya terlebih dulu, soal makanan belakangan. Pride harus kuat lebih dulu. Jadi Tuan Khrushchev kami ingin membangun stadion yang besar untuk membuat bangsa ini punya kebanggan, harga diri, dan martabat,” ungkap politisi asal Sukoharjo tersebut.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Jateng tersebut juga dibacakan tiga puisi karya Bung Karno. Yakni “Aku Melihat Indonesia” yang dibacakan anggota DPRD Jateng Stephanus Sukirno, “Dimakan Api Unggun” dibacakan Krisseptiana Hendrar Prihadi yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, dan “Membangun Kebanggan” dibacakan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Undip yang juga Wakil Ketua KPI Pusat Mulyo Hadi Purnomo.
Sedangkan puisi keempat berjudul “Persetujuan dengan Bung Karno” karya Chairil Anwar dibawakan Ketua Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPD PDI Perjuangan Jateng Danang Priatmojo. Bendahara DPD PDI Perjuangan Jateng yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng bertindak sebagai narator hingga membuat suasana semakin hidup.
Ikut hadir sejumlah elit DPD PDI Perjuangan Jateng diantaranya Bambang Kusriyanto (Sekretaris DPD dan Ketua DPRD Jateng), Dede Indra Permana (Wakil Bendahara DPD dan anggota Komisi I DPR), Sumanto (Ketua Komisi B DPRD Jateng), Alwin Basri (Ketua Komisi D DPRD Jateng), Abang Baginda Muhammad Mahfuz (anggota DPRD Jateng), Untung Wibowo Sukowati (anggota DPRD Jateng), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, serta Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. (RI)





