Bangun Konsep “Foodcourt Online”, Hangry Berencana Ekspansi ke Luar Negeri

Dari kanan, Co-Founder & Presiden Hangry, Andreas Resha, Pemimpin Redaksi beritajateng.tv Ricky Fitriyanto, Public Relation Associate Hangry, Shinta Putri, dan Direktur beritajateng.tv Nurkholis. (fadly naufal/beritajateng.tv)

SEMARANG, 1/7 (beritajateng.tv) – Startup kuliner multi-brand, Hangry berambisi menjadi “foodcourt online” yang menawarkan berbagai produk makanan melalui layanan pesan antar. Langkah tersebut akan diwujudkan dengan membangun dan mengakuisisi banyak brand kuliner.

Hal itu diungkapkan Co-Founder & Presiden Hangry, Andreas Resha saat berkunjung ke kantor redaksi beritajateng.tv di Ruko Peterongan Plaza Blok B No 8, Jalan MT Haryono Semarang, Kamis (30/6/2022). Kunjungan diterima Direktur beritajateng.tv Nurkholis dan Pemimpin Redaksi Ricky Fitriyanto.

Resha mengungkapkan, Hangry kini sudah ada di 10 kota di Indonesia dengan total 82 outlet. Sebagian besar outlet berada di Jabodetabek dengan 48 outlet. Di Kota Semarang sendiri, Hangry memiliki 3 outlet di daerah Majapahit, MT Haryono, dan Siliwangi. Hangry membawa brand Moon Chicken, San Gyu, Ayam Koplo, Dari Pada, dan Accha.

“Kami ingin menjadikan produk Hangry sebagai comfort food yang tidak hanya disukai konsumen dalam waktu tertentu, tapi bisa dinikmati terus menerus,” katanya didampingi Public Relation Associate Hangry, Shinta Putri.

Dia menambahkan, Hangry ingin membangun konsep “foodcourt online”. Langkah itu dilakukan dengan terus mengakuisisi brand baru. Terbaru, Hangry mengakuisisi brand makanan India, Accha.

“Saat ini sedang proses untuk akuisisi beberapa brand baru. Yaitu makanan Italia, pizza, dan makanan Thailand,” ujarnya.

Bahkan, pada 2024 nanti, pihaknya berencana melakukan ekspansi ke luar negeri. Negara yang disasar adalah Korea Selatan, Jepang, dan Thailand.  Sebab, menu makanan dari 3 negara tersebut banyak dikenal di negara lain.

Resha juga melihat pasar Semarang cukup menjanjikan. Sebab, Semarang dikenal sebagai kota yang memiliki banyak makanan khas.

“Semarang ini cukup mewarnai budaya kuliner indonesia. Makanan khas Semarang yang sampai di Jakarta banyak. Ada lunpia hingga bandeng presto. Kita berpikir jika ingin menjadi brand yang dikenal, harus ada di kota yang dikenal karena kulinernya,” katanya.

Hangry didirikan pada November 2019 sebagai kuliner multibrand yang fokus pada bisnis pesan antar dan memiliki aplikasi sendiri. Ide pendirian Hangry berawal dari banyaknya masyarakat Indonesia yang menyukai layanan pesan antar meski di sekitarnya banyak tempat makan.

“Waktu itu kami berpikir, kalau membangun outlet pesan antar saja, modalnya bisa lebih efisien. Ternyata benar, dan pandemi Covid-19 memberikan impact yang besar terhadap layanan pesan antar,” ungkapnya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.