SEMARANG, beritajateng.tv – Melimpahnya ikan di Danau Rawapening, Kabupaten Semarang, membuat warga setempat berinovasi dalam memanfaatkan potensi yang ada.
Selain memproduksi beragam olahan penganan berbahan dasar ikan, warga juga memanfaatkan potensi hasil perikanan tersebut menjadi berbagai sajian kuliner khas yang mengundang selera.
Salah satunya yang ada di Warung Pemancingan Mba Sarie, yang berlokasi di sekitar Jembatan Biru, Dusun Sumurup, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.
BACA JUGA: Waspada Cuaca Ekstrem, Relawan SAR Perketat Pengawasan Wisata Air di Rawapening dan CLBK
Di warung dengan konsep lesehan ini berbagai jenis menu olahan ikan khas Danau Rawapening dapat pengunjung santap sembari menikmati eloknya panorama alam sekitar.
Pasalnya, lokasi warung dan pemancingan ini berada di kawasan genangan Danau Rawapening. Di sekelilingnya terbentang pemandangan gunung serta perbukitan yang cukup asri.
“Yang bestseller lobster rawa bakar dan ikan betutu bakar. Juga tumis genjer sebagai pelengkap,” ungkap Sari Kusumawati (44), pemilik warung pemancingan Mba Sarie, Selasa, 8 Juli 2025.
Ragam olahan ikan khas Danau Rawapening
Di luar menu khas tersebut, pembeli juga bisa menikmati ragam menu lain berbahan dasar ikan. Misalnya gurame, nila, dan mujair bakar maupun goreng serta olahan khas menu nusantara lainnya.
Semuanya terbanderol mulai dari Rp10.000 s.d. Rp75.000 untuk aneka menu olahan ikan dengan ukuran porsi per kilogram.
Sari mengungkapkan, meski warung pemancingan yang ia kelola bukanlah yang pertama alias pionir, tetapi ada pembeda di antara usaha sejenis yang kini semakin banyak di kawasan Dusun Sumurup.
Ia mengaku membakar ikan dan lobster rawa menggunakan arang briket tempurung kelapa yang bisa membikin olahan semakin sedap.
Salah satu ciri lainnya, olahan menu ikan maupun lobster rawa bakar tersebut menggunakan bumbu madu beserta taburan biji wijen, sehingga memiliki cita rasa gurih yang khas.





