SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan penguatan tata ruang melalui penetapan lahan sawah dilindungi (LSD) sebagai salah satu langkah jangka panjang untuk mengendalikan banjir, termasuk di wilayah Demak yang mengalami banjir berulang setiap musim penghujan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan kebijakan tersebut tengah diproses dan akan menjadi dasar pengendalian pemanfaatan ruang agar tidak memperparah risiko bencana.
“Kami juga lagi berproses terkait dengan tata ruang untuk memastikan jumlah [lahan sawah] LSD. Nanti kalau sudah fix akan kami kunci,” ujar Sumarno usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Senin, 6 April 2026.
BACA JUGA: Ratusan Hektare Lahan Sawah di Demak Terendam Banjir, Dampak Meluas ke 9 Desa
Menurutnya, pengaturan tersebut akan memperjelas zonasi wilayah, termasuk membatasi alih fungsi lahan antara kawasan industri dan pertanian.
“Jadi akan kita kunci mana kawasan yang bisa untuk pengembangan industri, mana yang harus untuk pertanian. Ini nanti akan ada penegakan hukum yang akan kita terapkan,” terang Sumarno.
Sumarno meyakini, kebijakan tata ruang ini harapannya mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
“Sehingga kita bicara masalah pembangunan tapi juga masalah kelestarian lingkungan akan terjaga dengan baik,” imbuhnya.
Penanganan Banjir Demak Butuh Koordinasi Hulu-Hilir dan Lintas Pemerintah
Sumarno menyebut, persoalan banjir di wilayah Pantura, termasuk Demak, tidak hanya berkaitan dengan kondisi hilir, tetapi juga faktor di wilayah hulu.
“Kemarin Pak Gubernur juga sudah ke sana (Demak). Sebetulnya problem banjir di Pantura itu tidak hanya bicara masalah di hilirnya, yang jadi perhatian juga masalah di hulunya,” ujar Sumarno.
Ia menegaskan, penanganan banjir tidak bisa oleh satu pihak saja, sehingga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Ini tentu saja kita tidak bisa berdiri sendiri. Kita kolaborasi dengan teman-teman dari kementerian dan teman-teman kabupaten/kota,” jelasnya.





