Peristiwa

Semarang Kebanjiran, Mbak Ita Kirim Pompa Portabel Hingga Dirikan Dapur Umum di Sejumlah Titik

×

Semarang Kebanjiran, Mbak Ita Kirim Pompa Portabel Hingga Dirikan Dapur Umum di Sejumlah Titik

Sebarkan artikel ini
Semarang Banjir
Mbak Ita bersama jajaran OPD terkait dan Forkopimda Kota Semarang meninjau dan memberi bantuan kepada warga terdampak banjir di Semarang, Kamis, 14 Maret 2024. (Ellya/beritajateng.tv)

“Harapannya bisa segera surut di wilayah Madukoro, Semarang Indah, Puri Anjasmoro. Memang kendalanya juga banyaknya sampah, sehingga perlu pembersihan-pembersihan,” sebut Mbak Ita.

Lokasi selanjutnya yang terdampak banjir yakni di Semarang Utara, utamanya Panggung Lor dan Kuningan.

“Sebenarnya Panggung Lor ini tidak terdampak, tapi karena ada pecahan-pecahan pipa yang muaranya di kali Semarang ini, dan masuk ke wilayah yang lebih rendah. Meski demikian, saat ini sedang proses lelang untuk peninggian jalan dan pompa,” tuturnya.

Di Kelurahan Kuningan, juga ada 12 warga yang telah terungsikan. Dari 350 warga, sebagian besar menolak mengungsi dan memilih menempati rumahnya meski banjir.

Untuk Kota Lama, saat ini berangsur surut. Pompa dari Kementerian PUPR dan Cipta Karya pun telah siaga.

“Pompa on [hidup] 4, sekarang sudah mulai surut,” bebernya.

Sedangkan di wilayah timur, ada tiga kecamatan terdampak, yakni Gayamsari, Genuk dan Pedurungan.

“Memang yang mengungsi masih sedikit, karena biasanya mereka berat untuk meninggalkan rumhnya, sehingga lebih nyaman mendapat bantuan berupa sembako atau bahan mentah, juga lauk-pauk,” kata Mbak Ita.

BACA JUGA: Banjir Semarang Belum Surut , KAI Lakukan Pembatalan dan Rekayasa Pola Operasi Kereta Api

Berbagai upaya Pemkot Semarang

Terkait upaya Pemkot Semarang, Mbak Ita menyebut telah melakukan semuanya semaksimal mungkin dengan menambah pompa portabel dan mengevakuasi korban. Serta, pemberian bantuan kepada warga terdampak.

“Kita mulai buka dapur umum, yang pertama ada di masjid Balaikota dan juga ada beberapa titik dapur umum. Ada di kecamatan Semarang Utara, kemudian kecamatan Gayamsari, kalau di Pedurungan di USM,” terangnya.

“Kemudian juga ada dapur umum di Genuk, tapi tetap kami juga mensuplai makanan siap saji kemudian juga roti, air minum. Saya sudah berkoordinasi dengan Pak PJ Gubernur dan Mensos. Semoga bantuan-bantuan juga bisa segera dikirimkan ke kota Semarang,” harapnya.

Sementara itu, Camat Gayamsari, Eko Yuniarto mengatakan, di kelurahan Sawah Besar ada 2800 kk dari 2100 rumah terendam.