Jateng

Bantah Insentif Guru Agama Dihilangkan, Nana Sudjana: Malah Kami Tambah Asuransi

×

Bantah Insentif Guru Agama Dihilangkan, Nana Sudjana: Malah Kami Tambah Asuransi

Sebarkan artikel ini
nana sudjana dan sumarno
Keterangan foto: Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana (kiri) bersama Sekda Jateng Sumarno (kanan) usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Jum’at 24 November 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana membantah rumor insentif guru keagamaan yang dihilangkan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Hal itu ia sampaikan saat beritajateng.tv temui usai Rapat Paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, pada Jum’at, 24 Februari 2023.“(Penghapusan insentif guru keagamaan) itu tidak ada,” tegas Nana kepada awak media.

Bahkan, Nana mengaku adanya penambahan untuk guru keagamaan berupa asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan.

“Itu malah kita tambahkan. Untuk guru keagamaan kita tambahkan dengan asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan, kita malah tambahkan itu,” sambungnya.

Adapun jumlah insentif untuk guru keagamaan, lanjut Nana, berjumlah sama dengan tahun 2023.

“Jadi kita tambahkan dengan asuransi, jumlahnya tetap sama seperti tahun 2023, kita sesuaikan dengan anggaran yang ada,” ungkap Nana Sudjana.

Perihal wacana realokasi anggaran, pihaknya angkat bicara. Nana menuturkan tidak ada realokasi anggaran dalam KUA PPAS yang telah pihaknya tandatangani bersama dengan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Tengah.

BACA JUGA: DPRD Jateng Tandatangani Nota Kesepakatan KUA PPAS, Nana Sudjana: Anggaran yang Disepakati Rp 28,5 T

“Tidak ada, kita tetapkan sesuai dengan apa yang kita sampaikan itu. Semuanya adalah untuk kegiatan-kegiatan yang berfokus pada yang saya sampaikan tadi,” bebernya.

Nana Sudjana ungkap investasi menjadi prioritas tahun 2024

Nana Sudjana mengungkap investasi menjadi hal yang ia fokuskan dan prioritaskan tahun 2024 mendatang.

“Kita prediksi di tahun 2024 kita akan berupaya terbaik untuk investasi. Investasi akan masuk, Insyaallah kita berupaya untuk investasi lokal ataupun asing, sehingga kita perlu adanya suatu kebijakan terkait dengan adanya inflasi,” tandasnya.

Dari berita yang beredar sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tetap menyertakan insentif guru keagamaan dan BOSDA pada APBD 2024. Hal itu terucap oleh Sekda Jateng, Sumarno pada Minggu, 19 November 2023 lalu.

Sumarno yang menjadi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Provinsi Jateng ini memastikan, alokasi anggaran untuk insentif guru keagaman dan BOSDA akan tetap ada.