Ekbis

Baru Punya Dua, Ahmad Luthfi Siapkan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi Jateng

×

Baru Punya Dua, Ahmad Luthfi Siapkan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi Jateng

Sebarkan artikel ini
Baru Punya Dua, Ahmad Luthfi Siapkan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi Jateng
Pembukaan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyiapkan 12 kawasan industri baru untuk mempercepat pertumbuhan investasi dan memperkuat ekonomi daerah.

Kawasan industri baru itu rencananya tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Jateng. Syaratnya, kawasan industri itu harus memiliki potensi besar untuk pengembangan industri dan investasi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, sejumlah kepala daerah telah mengajukan wilayahnya untuk dikembangkan menjadi kawasan industri baru.

Beberapa daerah yang masuk dalam rencana pengembangan antara lain Kebumen, Cilacap, Banyumas, Sragen, Demak, hingga Rembang.

“Kami siapkan 12 kawasan industri baru, seperti Kebumen, Cilacap, Banyumas, Sragen, Demak, Rembang dan daerah lainnya,” kata Ahmad Luthfi saat menghadiri Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Semarang, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Luthfi, pengembangan kawasan industri menjadi langkah strategis untuk mempercepat masuknya investasi ke Jawa Tengah.

Pemprov juga meminta dukungan pemerintah pusat agar proses pengembangan kawasan tersebut dapat berjalan lebih cepat.

BACA JUGA: BI Jateng Pamerkan 90 UMKM Unggulan di UMKM Grande 2026, Target Omzet Naik 5 Persen

“Maka kami meminta guidance dari pemerintah pusat agar percepatannya bisa segera terlaksana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kawasan industri itu nantinya akan memiliki dukungan regulasi, kemudahan perizinan. Hingga kesiapan lahan sehingga investor dapat langsung menjalankan aktivitas usahanya.

“Kami ingin investornya masuk dengan mudah karena tempatnya sudah kami siapkan, regulasi dan perizinannya juga dpercepat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu menilai Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah paling strategis dalam peta investasi nasional.

Menurutnya, capaian investasi Jawa Tengah pada 2025 maupun triwulan I 2026 termasuk yang tertinggi secara nasional dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi itu sekitar 30 persen kontribusinya berasal dari realisasi investasi. Karena itu, CJIBF diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan investasi di Jawa Tengah,” kata Todotua.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Tengah yang mulai memperbanyak kawasan industri baru di berbagai daerah.