Jateng

Bawaslu Kabupaten Semarang Dorong Kampus Jadi Garda Pengawal Demokrasi

×

Bawaslu Kabupaten Semarang Dorong Kampus Jadi Garda Pengawal Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Seminar dan Simulasi Moot Court, yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Semarang bersama UNW, Rabu, 22 April 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Kegiatan Seminar dan Simulasi Moot Court, yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Semarang bersama UNW, Rabu, 22 April 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv — Bawaslu Kabupaten Semarang mendorong kalangan kampus untuk berperan aktif dalam mengawal proses demokrasi, khususnya dalam pengawasan pemilihan umum (pemilu).

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto, menegaskan mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi.

“Kampus harus menjadi aktor dalam mengawal proses demokrasi,” ujarnya di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu, 22 April 2026.

Menurutnya, peran tersebut dapat diwujudkan melalui pemahaman yang kuat terhadap aspek hukum dan mekanisme pemilu. Dengan bekal itu, mahasiswa harapkan mampu berkontribusi dalam pengawasan serta penegakan hukum pemilu.

BACA JUGA: Akses Sipol Terbatas, Bawaslu Kabupaten Semarang Minta Optimalkan Komunikasi Antar Lembaga

Agus menambahkan, pihaknya menaruh harapan besar kepada generasi muda kampus untuk terlibat aktif, terutama dalam menyongsong tahapan pemilu lima tahunan pada 2029 mendatang.

Untuk memperkuat peran tersebut, Bawaslu Kabupaten Semarang menjalin kolaborasi dengan kalangan akademisi, salah satunya bersama Universitas Ngudi Waluyo melalui kegiatan seminar dan simulasi moot court.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa di bekali kemampuan teknis serta pemahaman integritas dalam proses pengawasan pemilu.

Agus berharap mahasiswa dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. “Partisipasi aktif kampus penting untuk mendukung pengawasan dan penegakan hukum pada pemilu mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Humaniora Universitas Ngudi Waluyo, Budiarti, menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi tersebut.

Ia menilai kerja sama ini menjadi langkah untuk menggabungkan pengalaman praktisi dengan pemikiran kritis akademisi.

“Ini menjadi ikhtiar intelektual untuk melahirkan solusi konkret bagi pengawasan pemilu yang lebih berkualitas,” ujarnya.

BACA JUGA: Cegah Pelanggaran Pemilu 2029, Bawaslu Semarang Perkuat Sinergi dengan Kemenag

Budiarti berharap kampus dapat terus berperan dalam menjaga integritas demokrasi melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai proses pengawasan pemilu. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp