Jateng

Bazar Preloved Sintas di Semarang, Cara Kreatif Dukung Penyintas Kekerasan Perempuan

×

Bazar Preloved Sintas di Semarang, Cara Kreatif Dukung Penyintas Kekerasan Perempuan

Sebarkan artikel ini
bazar preloved
Pengunjung saat memilih baju di Bazar Preloved Sintas di kantor LRC-KJHAM, Jalan Kauman Raya No. 61A, Palebon, Pedurungan, Kota Semarang. Jumat, 6 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Kita pilah pakaian yang masih bagus, tidak rusak, tidak pudar warnanya lalu kita jual. Yang masih layak tapi tidak dijual kita donasikan, sedangkan yang tidak layak dipakai kita manfaatkan untuk kegiatan pemulihan korban,” kata Laila.

Misalnya untuk kegiatan kelompok penyintas yang membuat berbagai kerajinan seperti keset atau perlengkapan rumah tangga sebagai bagian dari terapi pemulihan.

Punya Nilai Sosial, Lingkungan dan Ekonomi

Menurut Laila, bazar preloved memiliki tiga nilai utama, yakni sosial, lingkungan dan ekonomi.
Dari sisi sosial, hasil penjualan membantu mendukung kerja pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan.

Dari sisi lingkungan, penggunaan pakaian preloved membantu mengurangi limbah tekstil.
Sedangkan secara ekonomi, pakaian dijual dengan harga terjangkau.

“Harganya mulai dari gratis sampai Rp75.000. Jadi tidak ada yang sampai Rp100.000,” jelasnya.

Bazar ini buka Selasa hingga Jumat di Kantor LRC-KJHAM, meski masyarakat masih tetap bisa membeli jika stok masih tersedia.

Melalui kegiatan ini, LRC-KJHAM ingin memperkuat partisipasi masyarakat dalam gerakan perlindungan perempuan.

“Tujuannya memperkuat partisipasi publik. Masyarakat yang mungkin tidak bisa mendampingi korban secara langsung tetap bisa berkontribusi dengan berdonasi atau membeli pakaian preloved,” katanya.

Penyintas Ikut Mendukung Gerakan

Salah satu pengunjung bazar, Maimunah (68) warga Tlogosari, mengaku sengaja datang untuk berbelanja sekaligus mendukung gerakan solidaritas bagi korban kekerasan.
Ia membeli beberapa pakaian untuk keluarganya menjelang Lebaran.

“Saya sesekali membeli pakaian untuk lebaran di Preloved Sintas, ikut berempati dengan para korban [kekerasan],” ujar Maimunah yang databg bersama suaminya.

“Saya juga termasuk anggota support group dan mantan korban yang LRC-KJHAM dampingi sejak tahun 2000,” lanjutnya.

Maimunah membeli dua baju koko untuk sang suami, kemudian satu gamis untuknya sendiri.

BACA JUGA: Kasus Kekerasan Anak di Semarang Melonjak, Persetubuhan Paling Dominan di Tahun 2025

Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar korban kekerasan perempuan mendapat dukungan dan perlindungan.