Gaya Hidup

Bazar Unik Ramadan di Semarang, Ambil Baju Bekas Berkualitas Bayar Seikhlasnya

×

Bazar Unik Ramadan di Semarang, Ambil Baju Bekas Berkualitas Bayar Seikhlasnya

Sebarkan artikel ini
Bazar Unik Ramadan di Semarang, Ambil Baju Bekas Berkualitas Bayar Seikhlasnya
Bazar Pakaian Bekas Berkualitas di Masjid Diponegoro Pleburan Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana halaman Masjid Diponegoro Pleburan, Kota Semarang, tampak ramai pada Sabtu pagi, 7 Maret 2026. Puluhan warga terlihat memilih pakaian dari deretan boks yang telah tersusun rapi di area bazar. Beragam baju, celana, hingga pakaian anak-anak tersedia dan semuanya dalam kondisi layak pakai.

Namun bazar baju bekas berkualitas ini berbeda dari kebanyakan pasar pakaian lainnya. Warga yang datang tidak perlu membayar dengan harga tertentu.

Mereka datang membawa pakaian yang mereka inginkan dan membayar seikhlasnya sesuai kemampuan.

Kegiatan ini adalah gagasan komunitas Ibu Profesional Semarang sebagai bagian dari aksi sosial Ramadan bertajuk Berbagi Tanpa Sekat.

Ketua kegiatan program KLiK Ibu Profesional Semarang, Nur Rahma Wahyu, mengatakan bazar baju bekas berkualitas tersebut menjadi salah satu kegiatan yang paling  masyarakat nantikan setiap tahun.

“Kami mengajak sekitar 250 anggota komunitas serta masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik dengan berdonasi pakaian layak pakai maupun paket berbuka puasa,” kata Nur Rahma Wahyu di Semarang.

Pakaian yang di jual dalam bazar tersebut merupakan hasil donasi anggota komunitas. Semua pakaian telah di seleksi sehingga masih dalam kondisi baik dan layak digunakan kembali.

Konsep bayar seikhlasnya membuat bazar ini ramai di serbu warga dari berbagai kalangan. Para ibu tampak memilih pakaian untuk anak-anak mereka, sementara beberapa bapak juga terlihat mencari baju untuk anggota keluarganya.

BACA JUGA: Film Na Willa Ajak Penonton Bernostalgia ke Dunia Anak-Anak, Hadir di 22 Kota

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak warga yang datang bersama keluarga dan memilih pakaian sesuai kebutuhan mereka,” ujar Nur Rahma.

Ia menceritakan ada juga pengunjung yang membeli pakaian untuk diberikan kepada anggota keluarga lainnya.

“Ada bapak-bapak yang memilihkan baju untuk istrinya, anak-anak muda juga ikut datang, bahkan masyarakat yang kebetulan lewat di depan masjid ikut mampir,” katanya.