Pada 4 Oktober 1998, ada laporan tentang sekelompok orang mendatangi rumah Ngaseha sekitar pukul 03.00 dini hari.
Mereka menggedor pintu, lalu masuk dan menyeret Ngaseha keluar. Istrinya yang sudah lanjut usia hanya bisa menyaksikan tanpa mampu memberikan perlawanan.
Ngaseha kemudian dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil mikrolet dan dibawa menuju Desa Rejoso.
Sepanjang perjalanan, ia diiringi oleh puluhan orang bersenjata tajam yang meneriakkan sumpah serapah. (*)





