Melalui skema KSM, pengelolaan sampah akan terlaksana dengan sistem jemput dari rumah warga. Sampah yang terkumpul kemudian langsung di bawa ke Tempat Pemrosesan Akhir Jatibarang, tanpa harus menumpuk di TPS lingkungan.
“Harapannya tidak perlu lagi ada TPS. Sampah diambil langsung dari rumah warga dan dibawa ke TPA Jatibarang,” tambahnya.
Tak Boleh Ada Aktivitas di Bekas TPS
Puput menegaskan, selama proses pembongkaran TPS, tidak ada lagi aktivitas pembuangan sampah di depan Puskesmas Pegandan.
Seluruh pengangkutan sampah telah beralih ke TPS Tumpang untuk mencegah gangguan selama puskesmas beroperasi.
Saat ini, Puskesmas Pegandan sudah berjalan secara fungsional untuk melayani masyarakat. Namun, peresmian resmi bangunan tersebut masih menunggu jadwal dari Pemerintah Kota Semarang.
“Pembangunan puskesmas ini berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama satu lantai selesai pada 2024, lalu tahap kedua pengerjaan hingga Desember 2024. Secara fungsi sudah berjalan, tetapi peresmian dari Pemkot masih menunggu waktu,” jelas Puput.
Ia menambahkan, pihak kecamatan menargetkan pembongkaran TPS dapat selesai dalam waktu dekat. Agar wajah Puskesmas Pegandan benar-benar siap sebagai fasilitas layanan kesehatan yang bersih dan representatif.
“Minggu ini kami upayakan TPS sudah di bongkar. Di Sampangan nanti tidak ada TPS, langsung di kelola lewat KSM ke rumah warga,” pungkasnya. (*)
Editor : Elly Amaliyah





