Jateng

Belajar Kerajinan dan Pasar Kreatif di Bali, Dekranasda Semarang Cari Jurus Baru Kembangkan UMKM

×

Belajar Kerajinan dan Pasar Kreatif di Bali, Dekranasda Semarang Cari Jurus Baru Kembangkan UMKM

Sebarkan artikel ini
Belajar Kerajinan dan Pasar Kreatif di Bali, Dekranasda Semarang Cari Jurus Baru Kembangkan UMKM
Plh Ketua Umum Dekranasda Kota Semarang Vianney Ratna Manikamawi, rombongan Dekranasda Kota Semarang melakukan kunjungan dan bertukar pengalaman dengan Dekranasda Kabupaten Badung. (Ellya/beritajateng.tv)

Ketua Dekranasda Kabupaten Badung Rasniathi Adi Arnawa menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menyebut pertemuan antara kedua daerah dapat menjadi ruang untuk saling belajar dan membuka peluang kolaborasi.

“Semoga diskusi hari ini saling memperkaya wawasan dan membuka jalan kerja sama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kami berharap semua pembelajaran yang kami peroleh ini dapat berjalan dengan baik di Semarang,” ujarnya.

Tak hanya berdiskusi dengan Dekranasda Kabupaten Badung, rombongan Dekranasda Kota Semarang juga melihat langsung pengelolaan usaha kerajinan di Bali.

Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni atelier sepatu handmade milik perajin dan desainer asal Bali, Ni Luh Djelantik.

Atelier tersebut telah memproduksi sepatu wanita berkualitas tinggi selama sekitar 20 tahun. Produk yang pihaknya hasilkan tidak hanya menyasar konsumen lokal, tetapi juga telah memiliki pelanggan dari mancanegara.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Dekranasda Semarang untuk melihat bagaimana produk kerajinan berkembang hingga mampu mempertahankan pasar dalam jangka panjang.

Rombongan kemudian mengunjungi Love Anchor Market dan Tropical Life di Canggu. Kedua lokasi tersebut terkenal sebagai pasar dengan konsep boho-chic yang menawarkan beragam produk kreatif.

Di dalamnya terdapat puluhan gerai yang menjual perhiasan handmade, pakaian pantai, dekorasi rumah, hingga suvenir.

Kunjungan ke dua pasar tersebut juga memiliki tujuan yang lebih spesifik. Dekranasda Kota Semarang ingin mencari referensi untuk pengembangan Toko Orang Semarang atau TORANG.

TORANG di arahkan menjadi pusat oleh-oleh yang menawarkan berbagai produk khas Kota Semarang. Konsep pasar kreatif di Bali menjadi salah satu referensi yang terlihat untuk mengembangkan tempat tersebut.

Dengan berbagai pembelajaran itu, Dekranasda Kota Semarang berharap pengembangan UMKM tidak berhenti pada peningkatan produksi. Pelaku usaha juga perlu mendapat dukungan dalam membangun kualitas produk, pemasaran, serta memperluas akses pasar. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp