Wilayah lain yang turut terdampak yakni Kabupaten Batang dengan 469 hektare sawah terdampak dan 139,5 hektare puso. Kabupaten Pemalang mencatat 818,6 hektare terdampak, dengan puso 103 hektare.
Selain itu, Kabupaten Grobogan melaporkan 256 hektare sawah terdampak, Kabupaten Demak 758 hektare, Kabupaten Kendal 144 hektare, Kabupaten Pekalongan 575 hektare, serta Kota Pekalongan 35,4 hektare sawah terdampak banjir.
BACA JUGA: Lahan Sawah di Jateng Terdampak Banjir, Komisi B Ajukan Bantuan Bibit ke Kementan RI
Pendataan Berjalan, Klaim Asuransi dan Penggantian Tanaman Disiapkan
Tavares menegaskan, tidak seluruh sawah terdampak langsung masuk kategori puso. Oleh sebabnya, Tavares akan melakukan identifikasi lanjutan sebelum mengajukan klaim dan bantuan.
“Yang kita ajukan itu yang memang sudah kita identifikasi lebih lanjut. Tidak semuanya langsung puso,” katanya.
Ia memastikan pemerintah provinsi menyiapkan mekanisme penggantian tanaman dan asuransi pertanian bagi petani yang lahannya gagal panen akibat banjir.
Pendataan, kata dia, masih akan terus diperbarui mengingat banjir di sejumlah wilayah Pantura dan daerah lain belum sepenuhnya surut.
“Karena ini kondisinya masih berjalan terus, maka data ini juga akan terus bergerak,” pungkas Tavares. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





