SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah mencatat sekitar 17,3 ribu hektare sawah terdampak banjir di sejumlah kabupaten hingga awal Februari 2026.
Dari luasan tersebut, lebih dari 10 ribu hektare telah diidentifikasi untuk penggantian tanaman dan klaim asuransi lantaran mengalami puso atau gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan pendataan masih terus berjalan seiring kondisi “ yang belum sepenuhnya surut di beberapa wilayah.
“Kalau sementara ini data yang kita inventarisasi di beberapa kabupaten itu ada sekitar 17,3 ribu hektare yang terdampak. Cuma yang dari 17 ribu itu kita identifikasi lebih lanjut ada 10 ribu lebih sedikit yang sudah kita ajukan untuk penggantian asuransi dan juga penggantian tanaman karena yang terkena sawah,” ujar Tavares via WhatsApp, Minggu, 8 Februari 2026.
BACA JUGA: Banjir Rendam 437,76 Hektare Sawah di Kudus, Pemprov Jateng Bantu Petani Ajukan Klaim Asuransi
Ia menyebut, wilayah terdampak tersebar di sejumlah daerah, baik Pantura maupun wilayah tengah Jawa Tengah.
“Ada di Pati, Brebes, Demak, Jepara, Kebumen, Grobogan, Purbalingga. Tapi ini proses masih jalan terus karena kondisi masih berjalan, jadi perkembangannya akan bergerak terus,” katanya.
Saat ditanya daerah dengan dampak terparah, Tavares menegaskan Pantura timur Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Pati, menjadi wilayah dengan luasan terdampak terbesar.
“Paling banyak itu Pantura sebelah timur, Pati. Yang di barat sana masih berjalan terus pendataannya. Pati terakhir sekitar 5.600-an hektare,” ungkapnya.
Pati hingga Jepara Dominasi Luasan Sawah Terdampak Banjir dan Puso
Berdasarkan data yang beritajateng.tv terima pada Minggu, 8 Februari 2026, sejumlah kabupaten mencatat luasan sawah terdampak banjir dan puso cukup signifikan.
Di Kabupaten Pati, sawah terdampak banjir mencapai 6.726 hektare, dengan kejadian puso seluas 5.764,4 hektare. Sementara di Kabupaten Kudus, sawah terdampak tercatat 2.110 hektare, dengan puso 1.282 hektare. Di Kabupaten Jepara, banjir merendam 4.166 hektare sawah, dan menyebabkan puso 2.807 hektare.
Wilayah lain yang turut terdampak yakni Kabupaten Batang dengan 469 hektare sawah terdampak dan 139,5 hektare puso. Kabupaten Pemalang mencatat 818,6 hektare terdampak, dengan puso 103 hektare.
Selain itu, Kabupaten Grobogan melaporkan 256 hektare sawah terdampak, Kabupaten Demak 758 hektare, Kabupaten Kendal 144 hektare, Kabupaten Pekalongan 575 hektare, serta Kota Pekalongan 35,4 hektare sawah terdampak banjir.
BACA JUGA: Lahan Sawah di Jateng Terdampak Banjir, Komisi B Ajukan Bantuan Bibit ke Kementan RI
Pendataan Berjalan, Klaim Asuransi dan Penggantian Tanaman Disiapkan
Tavares menegaskan, tidak seluruh sawah terdampak langsung masuk kategori puso. Oleh sebabnya, Tavares akan melakukan identifikasi lanjutan sebelum mengajukan klaim dan bantuan.
“Yang kita ajukan itu yang memang sudah kita identifikasi lebih lanjut. Tidak semuanya langsung puso,” katanya.
Ia memastikan pemerintah provinsi menyiapkan mekanisme penggantian tanaman dan asuransi pertanian bagi petani yang lahannya gagal panen akibat banjir.
Pendataan, kata dia, masih akan terus diperbarui mengingat banjir di sejumlah wilayah Pantura dan daerah lain belum sepenuhnya surut.
“Karena ini kondisinya masih berjalan terus, maka data ini juga akan terus bergerak,” pungkas Tavares. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





