Kuliner

Berawal dari Resep Mertua, Ketan Susu Tansurri di Pasar Johar Jadi Favorit Anak Muda

×

Berawal dari Resep Mertua, Ketan Susu Tansurri di Pasar Johar Jadi Favorit Anak Muda

Sebarkan artikel ini
ketan susu pasar johar
Pengunjung saat memperlihatkan menu ketan kelapa bubuk dan ketan susu cokelat keju di Tansurri Pasar Johar Semarang. Sabtu, 16 Mei 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Aroma ketan hangat bercampur susu, keju, dan cokelat mulai menarik perhatian pengunjung di Pasar Johar Semarang. Di sebuah sudut pasar legendaris itu, UMKM bernama Tansurri menghadirkan konsep unik jajanan tradisional ketan yang dipadukan topping kekinian, dari Oreo hingga mangga.

Menariknya, bisnis yang kini mulai viral di media sosial itu lahir dari resep keluarga sederhana warisan mertua.

Pemilik Tansurri, Hamdani (56), mengaku ide awal usaha ketan susu tersebut berawal dari masakan sang istri yang mewarisi resep ketan dari ibunya.

“Awalnya sebenarnya ini muncul dari istri saya masak. Resepnya dari ibunya, jadi mertua saya. Ketannya memang enak,” ujar Hamdani saat beritajateng.tv temui di Pasar Johar Semarang pada Sabtu, 16 Mei 2026.

BACA JUGA: Pasar Johar Semarang Masih Sepi Pengunjung, Pemkot Fokus Benahi Akses dan Infrastruktur

Dari dapur rumah, resep tradisional itu kemudian dikembangkan menjadi jajanan yang mampu menjangkau selera lintas generasi. Hamdani memadukan ketan tradisional dengan berbagai topping modern seperti susu keju, cokelat, Oreo, durian hingga mangga.

“Konsepnya itu masakan tradisional ya, ketan tapi topping-nya kekinian. Jadi tradisionalnya tetap ada,” katanya.

Nostalgia Pasar Tradisional yang Terkemas Modern

Bagi Hamdani, Tansurri bukan sekadar bisnis kuliner. Ada misi nostalgia yang ingin dihidupkan kembali lewat Pasar Johar.

Ia mengenang masa kecilnya ketika diajak sang ibu berbelanja ke pasar, lalu pulang sambil menikmati jajanan tradisional.

“Kenangan saya ketika ibu ajak ke pasar itu pasti pulangnya jajan. Nah, kenangan itu yang saya munculkan lagi,” ujarnya.

Namun ia sadar, jajanan tradisional juga harus mengikuti perkembangan zaman agar tetap diminati generasi muda. Karena itu, ia menghadirkan dua konsep sekaligus, rasa tradisional dan rasa modern.

Menu tradisional seperti ketan kinco, ketan kelapa, bubur ketan, hingga ketan serundeng tetap dipertahankan. Sementara untuk anak muda, hadir varian ketan susu keju, ketan cokelat, hingga ketan mangga.

Hasilnya di luar dugaan. Jika awalnya ia mengira pelanggan terdominasi orang tua, justru anak muda menjadi pasar terbesar.

“Anak-anak muda banyak sekali. Yang paling suka itu ketan mangga sama ketan susu keju,” katanya.

Menu Tansurri juga terjangkau, mulai dari Rp10.000, pengunjung sudah bisa menikmati ketan kelapa. Selain menu ketan, kedai milik Hamdani juga menyediakan roti bakar dan minuman seperti kopi susu kekinian yang resepnya berkolaborasi dengan anaknya.

Baru tiga minggu pindah ke Pasar Johar, Tansurri kini mampu menghabiskan rata-rata enam kilogram ketan per hari. Saat akhir pekan, jumlah produksi bisa mencapai 10 kilogram atau sekitar 150 porsi.

Meski permintaan terus naik, Hamdani tetap membatasi produksi demi menjaga kualitas. Tak jarang dagangannya habis sebelum sore.

“Ketan itu harus segar. Kami enggak berani jual sisa buat besok karena rasanya sudah beda,” katanya.

Ingin Menghidupkan Kembali Pasar Johar

Sebelum membuka usaha, Hamdani bekerja sebagai marketing. Usaha ini awalnya hanya menjadi bisnis sampingan untuk persiapan masa tua.

Kini, ia justru menemukan semangat baru, yakni ikut menghidupkan kembali kejayaan Pasar Johar sebagai pusat wisata dan kuliner Semarang.

“Saya orang Semarang asli, prihatin lihat Johar yang dulu ramai sekarang berubah. Saya pengin Pasar Johar bangkit lagi,” ujarnya.

BACA JUGA: Alun-alun Johar Semarang Buka untuk Umum

Menurut Hamdani, Pasar Johar memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata seperti Pasar Gedhe Solo karena lokasinya berdekatan dengan Kota Lama Semarang.

“Harapannya orang wisata ke Kota Lama, habis itu belanja dan kuliner di Johar,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp