Jateng

Beredar Surat Haru Diduga Ditulis Bupati Cilacap Syamsul untuk Keluarga

×

Beredar Surat Haru Diduga Ditulis Bupati Cilacap Syamsul untuk Keluarga

Sebarkan artikel ini
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, terjaring OTT KPK Jumat ini. (Wikipedia)
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, terjaring OTT KPK Jumat ini. (Wikipedia)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah surat tulisan tangan yang diduga milik Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, viral di media sosial.

Surat tersebut beredar luas di grup WhatsApp tak lama setelah KPK mengamankan Syamsul dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Surat yang ditulis di atas kertas putih itu diduga dibuat sesaat setelah Syamsul diamankan penyidik. Isinya tidak hanya menjelaskan perkara yang dihadapinya, tetapi juga memuat curahan hati yang bernuansa emosional.

Curhat untuk Istri dan Anak

Dalam surat tersebut, Syamsul menyampaikan permintaan maaf kepada keluarganya, terutama kepada sang istri serta kedua anaknya, Jagad dan Raya.

Ia mengaku menyesal karena kondisi yang terjadi turut berdampak pada keluarganya. Dalam beberapa bagian, ia berulang kali menyebut nama anggota keluarga sebagai bentuk penyesalan dan rasa bersalah.

Syamsul juga berharap keluarganya tetap kuat menghadapi situasi yang tengah berlangsung.

BACA JUGA: Jejak Karier Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Kini Terjaring OTT KPK

Selain berisi permintaan maaf, surat itu juga memuat bantahan terhadap tuduhan yang di arahkan kepadanya. Syamsul menegaskan tidak pernah memerintahkan adanya pengumpulan dana Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ia menyebut hanya menerima laporan dari Sekretaris Daerah dan Asisten terkait rencana tersebut, namun memilih untuk tidak terlibat.

“Saya tidak ikut-ikutan, saya kan komitmen tidak meminta dan menerima THR,” tulisnya dalam surat tersebut.

Sumpah Tak Terima Uang Sepeser Pun

Dalam bagian lain, Syamsul juga menegaskan bahwa ia tidak menerima uang dari pengumpulan dana tersebut. Ia bahkan menyertakan sumpah untuk memperkuat pernyataannya.

Ia mengaku tidak menerima satu rupiah pun dari dana yang bawahannya kumpulkan dan merasa berada dalam situasi yang tidak menguntungkan meski telah menyatakan penolakan.

Pernyataan ini menjadi sorotan utama dalam isi surat yang beredar luas di masyarakat.

<yoastmark class=

Di bagian akhir surat, suasana haru semakin terasa. Syamsul menyampaikan permintaan maaf kepada kedua orang tuanya yang ia sapa dengan sebutan Bapak dan Nenda.