SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah suasana masyarakat yang masih merayakan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah, beredar rekaman video bencana alam di sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang.
Bencana tanah longsor dan banjir ini dpicu oleh hujan lebat yang turun di sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang, sepanjang Sabtu 21 Maret 2026 siang hingga petang.
Dalam rekaman video yang beredar tersebut tampak sebuah mobil Izusu Panther terjebak di antara timbunan material longsor yang menutup sebuah badan jalan umum.
Sementara beberapa warga berusaha yang berada di lokasi, berupaya memberikan pertolongan dengan menggunakan peralatan seadanya.
BACA JUGA: Update! Begini Informasi Terbaru Seputar Bencana Alam di Sumatra
Pada bagian rekaman lainnya, tampak aliran air yang membawa material juga masih mengalir deras serta menutup permukaan badan jalan umum.
Sementara sejumlah kendaraan yang berada tidak jauh dari lokasi juga tidak berani beranjak. Mereka memilih berhenti karena kondisinya cukup membahayakan.
Sementara potongan video lainnya memperlihatkan genangan banjir di salah satu sudut pemukiman. Beberapa rumah bahkan terlihat mulai terendam genangan air yang meluap.
Sejumlah warga yang berada di lingkungan pemukiman tersebut juga tampak berupaya menyelamatkan sebuah sepeda motor dari genangan air banjir.
Terkait dengan beredarnya rekaman video ini, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Semarang, Alexamder Gunawan Tribiantoro membenarkan bencana yang terjadi di benerapa titik tersebut.
Semuanya berada di wilayah Kecamatan Banyubiru. Masing- masing tanah longsor yang menutup badan jalan ada di wilayah Desa Sepakung dan Desa Sepakung.
“Sedangkan untuk rekaman video bencana banjir bandang, terjadi di lingkungan Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru,” jelas Alex yang beritajateng.tv konfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu malam.
Untuk longsor yang terjadi di wilayah Desa Wirogomo dan Desa Sepakung, sampai dengan Sabtu malam sudah bisa tertangani dan telah terkondisikan. Karena telah terlaksana pembersihan material yang menutup badan jalan.
Bahkan juga telah terlaksana upaya untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan, karena kondisi cuaca yang belum membaik di lokasi.
Sedangkan untuk bencana alam yang terjadi di wilayah Desa Ngrapah penanganannya menunggu genangan surut. Rencananya, Minggu 22 Maret 2026 besok terlaksana upaya penanganan dengan pembuatan bronjong.
BACA JUGA: Setelah Dusun Bandungan, Longsor di Desa Kalongan Kini Juga Mengancam Dusun Dampu
Karena banjir tersebut terpicu air yang melimpas ke kawasan pemukiman setelah salah satu titik tanggul yang ada di dekat lokasi jebol.
“Untuk yang Ngrapah menunggu landai besok, akan dibuatkan bronjong guna menutuo nutu tanggul yang jebol,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





