Pendidikan

Berikut Alasan Pemerintah Batalkan Sekolah Daring April 2026, Pembelajaran Tetap Normal

×

Berikut Alasan Pemerintah Batalkan Sekolah Daring April 2026, Pembelajaran Tetap Normal

Sebarkan artikel ini
ilustrasi belajar
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Inklusi untuk SD dan SMP Negeri tahun ajaran 2024/2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebelumnya, ramai di berbagai sosial media terkait kebijakan sekolah daring mulai April 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Praktikno menyampaikan bahwa kebijakan tersebut guna membantu kelancaran proses belajar mengajar akibat penghematan energi yang terjadi.

Sehingga akan berlangsung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing.

BACA JUGA: Siswa SRMA 18 Blora Balik ke Asrama, Sekolah Siapkan Pembelajaran Tambahan

Namun seiring berkembangnya isu terkini, Pemerintah kini akhirnya secara resmi membatalkan wacana penerapan pembelajaran daring tersebut.

Keputusan tersebut guna menjaga kualitas pendidikan karena mengacu pada capaian belajar mengajar yang menurun seperti pandemi Covid-19.

Berikut ini beberapa alasan mengapa pemerintah membatalkan kebijakan pembelajaran daring yang rencananya akan berlangsung April 2026.

Alasan Sekolah Daring Batal

Prioritas Pembelajaran Tatap Muka: Upaya mencegah terjadinya learning loss sekaligus menjaga efektivitas proses belajar.

Penguatan Karakter: Menjamin nilai-nilai sosial dan kedisiplinan siswa tetap terbentuk melalui interaksi langsung.

Pemanfaatan Sumber Daya: Mengoptimalkan fasilitas sekolah yang telah tersedia secara maksimal.

Efisiensi Terarah: Penghematan energi difokuskan pada sektor birokrasi, seperti mengurangi perjalanan dinas dan pelaksanaan rapat daring bagi ASN.

BACA JUGA: Pembatasan Medsos Anak Tak Akan Ganggu Tugas Sekolah, Diskomdigi Jateng: IG-YouTube Tetap Bisa untuk Pembelajaran

Pemerintah menilai bahwa mempertahankan pembelajaran tatap muka merupakan langkah strategis untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan nasional. Sejalan dengan berbagai program prioritas seperti Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Sekolah Unggul Garuda.

Kemendikdasmen pun mengajak pemerintah daerah, para guru, serta orang tua untuk bersinergi dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan yang berkualitas di seluruh Indonesia.

Sejalan dengan hal itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa sektor pendidikan tidak termasuk dalam kebijakan penyesuaian aktivitas setelah libur Idul Fitri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa interaksi tatap muka di kelas memiliki peran yang tidak tergantikan oleh teknologi, terutama dalam pembentukan karakter siswa. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp