Lawang Sewu berasal dari bahasa Jawa yang berarti “seribu pintu”, merujuk pada banyaknya pintu dan jendela di bangunan ini. Dulu, bangunan ini berfungsi sebagai kantor pusat perusahaan kereta api swasta pada masa penjajahan Belanda.
Dengan luas sekitar 18.232 meter persegi, kompleks Lawang Sewu terdiri dari lima gedung yang dibangun secara bertahap antara tahun 1904 hingga 1918. (*)





