Kesehatan

Berikut Penyebab Virus Ebola, Penyakit Mematikan yang Kini sedang Mewabah

×

Berikut Penyebab Virus Ebola, Penyakit Mematikan yang Kini sedang Mewabah

Sebarkan artikel ini
Kasus Covid-19 Subvarian Baru Marak Lagi, Kadinkes Kota Semarang: Belum Ada Laporan!
Ilustrasi virus. (Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Baru-baru ini kembali ramai di sosial media terkait penyebaran virus Ebola yang semakin meningkat. Virus yang satu ini dapat berakibat fatal pada manusia sehingga perlu kita waspadai bersama.

Salah satu gejalanya yakni seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit tenggorokan dan ruam merah serta gejala lainnya yang terbilang tidak wajar.

Virus yang satu ini terkenal dengan singkatan EVD Ebola Virus Disesa yang memiliki tingkat kematian cukup tinggi. Maka dari itu sebagai bentuk antisipasi, akan beritajateng.tv bagikan beberapa penyebab terinfeksi virus tersebut.

BACA JUGA: Waspadai Gejala Hantavirus Mirip Covid-19, Dinkes Sebut Belum Ada Kasus di Kota Semarang

Penyebab Virus Ebola

Ebola merupakan penyakit yang muncul lantaran infeksi virus dari famili Filoviridae, terutama genus Orthoebolavirus.

Virus Ebola terdiri atas beberapa spesies, seperti Zaire ebolavirus, Sudan ebolavirus, Tai Forest ebolavirus, Bundibugyo ebolavirus, dan Bombali ebolavirus.

Di antara berbagai spesies tersebut, Zaire ebolavirus paling sering memicu wabah dan memiliki angka kematian tertinggi.

Penyebaran virus Ebola umumnya berlangsung melalui beberapa mekanisme. Penularan awal terjadi dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai reservoir alami virus.

Infeksi pada manusia dapat terjadi akibat kontak langsung dengan darah, organ, maupun cairan tubuh hewan yang terinfeksi. Selain itu, konsumsi daging hewan liar yang tidak mentah meningkatkan risiko penularan.

Setelah menginfeksi manusia, virus Ebola dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.

BACA JUGA: Hantavirus di Kapal Pesiar Jadi Sorotan, Dokter Tirta Bagi 3 Tips Pencegahan

Cairan tersebut meliputi darah, muntahan, feses, urine, air liur, keringat, air mani, serta cairan tubuh lain dari individu yang sakit atau meninggal karena EVD.

Penularan juga dapat terjadi melalui benda atau permukaan yang telah terkontaminasi cairan tubuh penderita, misalnya jarum suntik.

Tenaga medis termasuk kelompok yang paling rentan tertular apabila tidak menggunakan alat pelindung diri secara memadai.