NasionalPolitik

Berperan Turunkan Stunting, Ketum PDIP: Untung Ada Mbak Ita

×

Berperan Turunkan Stunting, Ketum PDIP: Untung Ada Mbak Ita

Sebarkan artikel ini
Ketum PDIP
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti peran Walikota Semarang dalam turunkan stunting dalam penutupan Rakernas PDIP di JiExpo Kemayoran Jakarta, Minggu 1 Oktober 2023. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti peran Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam penurunan stunting.

Dalam penutupan Rakernas PDI Perjuangan yang berlangsung di Jakarta pada Minggu 1 Oktober 2023. Megawati menyebut program pengentasan stunting yang Mbak Ita, sapaan akrab Walikota Semarang kerjakan cukup sukses.

“Soal stunting. Untung ada Mbak Ita. Bukan nyombongin Mbak Ita. Ia itu orangnya cerewet, tapi cakcek-cakcek cepet mengerti,” ujar Ketum PDIP dalam paparannya.

Megawati yang juga merupakan Ketua Dewan Pengarah Badan Riset Inovasi Nasional ini meminta kadernya untuk meniru kinerja cepat Mbak Ita.

“Untung ada Mbak Ita, nah itu (kinerjanya,Red) di tiru gitu loh ibuk-ibuk. Jangan terus ngiri. Ibuk-ibuk kan kadang-kadang begitu. Gak mau ambil pelajaran,” katanya.

Menurutnya, semua program harus berjalan optimal demi peningkatan hidup manusia dan kemiskinan ekstrem berkurang hingga nol persen.

Rakernas PDI Perjuangan yang berlangsung di JiExpo Kemayoran Jakarta itu mengambil tema Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat.

Ketum PDIP Ingin Kader Fokus Kedaulatan Pangan

“Kebijakan kedaulatan pangan itu merupakan suatu perjuangan ideologis jadi bukan tekhnokratis. Melalui visi teknis dan bermuara pada peningkatan harkat martabat petani, nelayan, dan produsen pangan lainnya,” Katanya.

Kedaulatan pangan untuk kesejahteraan rakyat itu sudah mutlak, lanjutnya, itu komitmen ideologis PDI-P. Karena pangan menjadi cermin budaya bangsa. Pangan menampilkan keunggulan bangsa di masa depan.

Ia bercerita bahwa sekarang banyak negara seperti Afrika yang banyak menderita kelaparan. Karena tidak bisa mengarahkan pengelolaan pertanian menjadi baik. Kekurangan makanan sampai bayi-bayi kelaparan. Hingga bantuan turun dari PBB.

“Bukannya (tanahnya) tidak bisa ditanami. Tapi tidak ada yang bisa mengorganisir. Saya itu dapat undangan dari Saudi Arabia, di Arab sudah ada konsep untuk menghijaukan timur tengah. Padahal Timur Tengah itu padang pasir, tapi buktinya sudah mulai dilakukan penghijauan. Apa gak malu kita, karena apa? Niat, jiwa juangnya, untuk membangun negara,” jelasnya.