Jateng

Bersih-Bersih Patung Dewa-Dewi di Klenteng Tay Kak Sie, Simbol Penyucian Diri Jelang Tahun Baru Imlek

×

Bersih-Bersih Patung Dewa-Dewi di Klenteng Tay Kak Sie, Simbol Penyucian Diri Jelang Tahun Baru Imlek

Sebarkan artikel ini
Klenteng Tay Kak Sie
Umat Klenteng Tay Kak Sie saat membersihkan rupang atau patung dewa-dewi, Jumat, 24 Januari 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Klenteng Tay Kak Sie Sekarang terus bersiap menjelang tahun baru Imlek 2576 Kongzii. Setelah kemarin sore melangsungkan sembahyang Toa Pek Kong Naik, Klenteng Tay Kak Sie mulai membersihkan ratusan rupang (patung) dewa-dewi pada Jumat, 24 Januari 2025.

Sejak pagi, puluhan umat dan pengurus Klenteng Tay Kak Sie, mulai dari orang tua hingga anak-anak saling bergotong-royong membersihkan semua sisi-sisi bangunan hingga patung dewa.

Wakil Ketua Yayasan Klenteng Tay Kak Sie, Yoe Yoe Hok, mengatakan, kegiatan bersih-bersih ini merupakan ritual rutin yang dilaksanakan tepat satu minggu menjelang Imlek.

Secara simbolis, kegiatan bersih-bersih berlansgung setelah sembahyang Toa Pek Kong Naik. Artinya, umat membersihkan altar yang kosong karena para dewa-dewi sedang naik ke nirwana melaporkkan catatan hidup manusia.

BACA JUGA: Menengok Sembahyang Toa Pek Kong Naik, Ritual Antarkan Dewa-Dewi ke Nirwana Jelang Imlek

“Kemarin kita mengantarkan para dewa-dewi naik ke nirwana. Hari ini kita lanjutkan upacara bersih-bersih. Istilahnya altar kan sudah kosong, makanya semua altar kita bersihkan,” katanya kepada beritajateng.tv di sela pembersihan.

Yoe Yoe Hok melanjutkan, tradisi bersih-bersih ini hanya berlangsung satu kali setiap tahunnya. Tak heran jika untuk membersihkan debu yang menumpuk, umat harus membongkar meja altar yang berisi patung Budha dan dewa-dewi.

Adapun untuk prosesi pembersihan sebenarnya tak begitu istimewa. Umat membasuh patung menggunakan air, sabun, dan cairan jeruk nipis. Hanya saja, patung atau rumpang dibasuh dengan air kembang setaman di akhir prosesi.

Simbol penyucian diri juga harapan tahun baru

Setelah semuanya bersih, tahap selanjutnya ialah mengembalikan patung-patung ke tempat semula. Sebelumnya, mereka harus melempar dua potongan kayu berbentuk setengah oval bernama siao poe untuk meminta persetujuan dewa.

“Makna dari bersih-bersih ini, selain tujuannya utntuk menyambut tahun baru Imlek, juga supaya kita diberi berkah, selamat dari masalah, diberi rejeki, kemakmuran,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Operasional Klenteng Tay Kak Sie, Andre Wahyudi, menambahkan, bersih-bersih klenteng juga memiliki simbol tersendiri. Yaitu, sebagai penyucian diri umat Tionghoa dan Tri Dharma menyambut Tahun Baru China yang mana semua kejelekan umat akan dilunturkan.

BACA JUGA: Persiapan Perayaan Imlek 2025 di Klenteng Hok Tik Bio Blora, Ingin Ibadah dengan Nyaman

Menurutnya, tradisi bersih-bersih Klenteng juga bisa memiliki arti sebagai pengharapan akan nasib baik dan rezeki lancar di tahun yang baru.

“Sebagai manusia pun kita juga pengin semuanya bersih, maka para dewa pun juga semuanya kelihatan berkilau bersih. Sehingga, rezeki kita juga akan berkilau,” imbuh Andre. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp