Gaya Hidup

Big Bad Wolf Bakal Comeback ke Semarang Juli Ini! Ini Jadwal dan Aturan Buat Para Jastip

×

Big Bad Wolf Bakal Comeback ke Semarang Juli Ini! Ini Jadwal dan Aturan Buat Para Jastip

Sebarkan artikel ini
big bad wolf (BBW)
Bazar buku Big Bad Wolf (BBW). (foto: Instagram/bbwbooks_id)

SEMARANG, beritajateng.tv – Big Bad Wolf (BBW) Books Indonesia kembali menggelar pameran buku internasional di Kota Semarang. Pameran ini akan berlangsung pada 9-19 Juli 2026 di The Suri Ballroom, Pollux Mall Semarang dengan menghadirkan lebih dari 1 juta buku dari penerbit nasional maupun internasional.

Public Relations Big Bad Wolf Books Indonesia, Andri Suharyono, mengatakan tahun ini menjadi kali ketiga BBW hadir di Kota Semarang.

Sebelumnya, Big Bad Wolf pernah berlangsung di Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah serta Queen City Mall.

“Tahun ini kami kembali lagi ke Kota Semarang dengan membawa lebih dari 1 juta buku,” ujar Andri, baru-baru ini.

BACA JUGA: Big Bad Wolf Books, Pameran Buku Internasional Hadir di Queen City Mall

Menurutnya, Big Bad Wolf Semarang 2026 menghadirkan koleksi buku dari 10 penerbit internasional dan lebih dari 30 penerbit Indonesia. Beragam kategori buku tersedia, mulai dari buku anak, novel fiksi, pengembangan diri, hobi, hingga buku referensi dengan harga yang lebih terjangkau.

Penyelenggaraan BBW juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan minat baca masyarakat di tengah tingkat literasi Indonesia yang masih perlu terus ada peningkatan.

Aturan Jastip Big Bad Wolf Semarang 2026

Selain menyiapkan jutaan buku, penyelenggara juga menetapkan aturan khusus bagi pengunjung yang membuka jasa titip (jastip) maupun reseller selama pameran berlangsung.

Andri menjelaskan pihaknya tetap memprioritaskan kenyamanan pengunjung umum agar memiliki kesempatan yang sama dalam memilih buku.

“Customer regular itu tetap kami nomor satukan. Jadi, mungkin setiap jam kami akan minta mereka [jastip dan reseller] untuk menyelesaikan transaksi atau checkout. Sehingga buku-buku itu tidak di-keep terlalu lama,” jelasnya.

Ia mengakui kehadiran pelaku jastip dan reseller selalu menjadi bagian dari setiap penyelenggaraan Big Bad Wolf di berbagai kota. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap buku-buku internasional yang dijual dengan harga lebih terjangkau.

BACA JUGA: Kolaborasi BBWS Pemali Juana dan Pemkot Semarang Tanpa Henti Atasi Genangan yang Meluas

Dengan aturan tersebut, penyelenggara berharap seluruh pengunjung, baik pembeli langsung maupun pelaku jastip, tetap dapat berbelanja dengan nyaman tanpa mengganggu kesempatan pengunjung lainnya untuk mendapatkan buku yang diinginkan. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp