SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) buka-bukaan terkait rencana pemerintah pusat yang akan menyalurkan bantuan langung tunai (BLT) Rp50 ribu melalui pembukaan rekening bank.
BLT Rp50 ribu melalui pembukaan rekening bank tersebut kabarnya untuk masyarakat berusia 17 tahun ke atas yang belum menikah dan belum masuk dalam skema bantuan tertentu.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Jawa Tengah, Elliya Chairroh, mengaatakan masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait penyaluran maupun pendataan calon penerima BLT Rp50 ribu tersebut.
“Terkait hal tersebut, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat,” katanya singkat di Kota Semarang, Jumat, 25 September 2026.
Apa Alasan Penyaluran BLT Rp50 Ribu melalui Rekening Bank?
Sebagai informasi sebelumnya, BLT Rp50 ribu tersebut akan menyasar penduduk usia 17 tahun ke atas yang belum menikah. Selain itu belum masuk dalam skema bantuan. Alasannya gagasan program itu, karena masih ada banyak warga Indonesia yang tak memiliki rekening bank.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, masih ada kelompok masyarakat yang belum mendapatkan manfaat dari program bantuan tertentu meski telah memiliki rekening.
“Kalau yang usia 17 tahun menikah, kita sedang melihat program apa yang bisa sampai kepada mereka supaya rekeningnya tidak dormant,” ucap Airlangga, Rabu, 23 September 2026.
Airlangga menuturkan, masih ada kurang lebih 3,8 juta warga berusia di atas 17 tahun di Indonesia yang belum memiliki rekening. Mereka menjadi kelompok masyarakat yang tertuju untuk mendapatkan sokongan dana berupa BLT.
BACA JUGA: Ahmad Luthfi Sebut Stunting di Wonosobo Tinggi: Periksa 10 Anak, 9-nya Stunting
Kini, pemerintah sedang menghitung kebutuhan anggaran jika masing-masing orang mendapatkan Rp50 ribu. Dengan jumlah penerima sekitar 3,8 juta orang, kata Airlangga, kebutuhan dana yang akan dalam penghitungan mencapai sekitar Rp3,8 triliun.
“Kalau kita kasih Rp50 ribu berarti sekitar Rp3,8 triliun. Ini kita mau melihat, kita mengevaluasikan program lanjutan seperti apa,” imbuh dia.





