“Memang kita sudah bertekad menang satu putaran, kalau pun bukan kita yang menang tetap Pemilu mestinya satu putaran, karena semakin kita banyak Pemilu, maka konflik semakin berkepanjangan. Ini saja sudah banyak konfliknya,” jelasnya.
“Anggap saja ini tahapan kampanye di putaran pertama. Ini sudah banyak yang kita temui ya, ada yang ditembak di Madura, dianiaya di Boyolali, bansos dan BLT mau dicabut, padahal masih kampanye menuju putaran pertama loh,” jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya mengaku siap jika pada akhirnya Pemilu 2024, utamanya Pilpres, harus berjalan menuju putaran kedua pada bulan Juni 2024 mendatang. Bahkan, konsolidasi yang kerap Relawan Bocahe Gibran lakukan lebih menekankan skenario jika memang Pemilu berjalan dua putaran.
BACA JUGA: Bawaslu Pamekasan Putuskan Gus Miftah Bersalah Soal Bagi-bagi Uang, Begini Tanggapan Gibran
“Kami ini bersiap dan antisipasi jika dua putaran, bahkan itu yang kita fokuskan saat konsolidasi. Sehingga, jika nanti bisa berjalan satu putaran kita tidak perlu repot lagi dan jika itu 2 putaran kami juga sangat siap. Relawan Mas Gibran ini kan ada 15 juta orang lebih di seluruh Indonesia,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





