Ia mengatakan masyarakat sipil akan terus mengawasi perubahan anggaran Pemerintah Kota Semarang. Salah satu yang akan pihaknya cermati adalah apakah muncul program atau anggaran baru setelah pemerintah menjalankan efisiensi.
“Kami baru coba nanti kita tunggu di perubahan apakah ada anggaran-anggaran baru. Kalau tidak ada fiskal, tentunya tidak akan ada anggaran baru,” kata Ronny.
BOP RT untuk Keuntungan Kelompok Tertentu
Ronny juga memberikan catatan apabila anggaran baru justru mengarah pada program yang hanya menguntungkan kelompok tertentu.
“Kalau ada anggaran-anggaran baru dan anggaran baru itu mengarah ke sesuatu program yang bisa dilaksanakan kroni-kroni, jadi catatan. Nah, itu berarti memang ini untuk kepentingan tertentu,” ujarnya.
Evaluasi BOP RT, lanjut dia, bukan berarti menolak seluruh program. Kritik tersebut lebih mengarah pada bagaimana uang publik berguna dan seberapa besar manfaatnya kembali kepada masyarakat.
Ia menilai pemerintah perlu mengubah orientasi penggunaan BOP dari sekadar menghabiskan pagu anggaran menjadi menciptakan hasil yang terukur. Dengan kondisi fiskal yang terbatas, setiap rupiah APBD harus memiliki alasan yang kuat dan manfaat yang dapat warga rasakan.
“Program-program yang pemerintah laksanakan itu harus tepat sasaran,” tegas Ronny. (*)





