Meskipun begitu, Diki memastikan wilayah Jateng aman terkendali meski pada bulan Agustus hingga September memasuki puncak kemarau. Pihaknya mengaku belajar dari kondisi kekeringan yang terjadi pada tahun 2019 silam.
“Strategi 2023 itu berkaca dari kondisi kekeringan di tahun 2019 lalu. Itu puncak-puncaknya. Kalau kita bandingkan permukaan air, baik di sungai atau bendungan itu masih bagus di tahun 2023 ini, masih baik, termasuk air tanahnya. Kita masih secara data menyampaikan Jateng aman terkendali,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





