Pendidikan

BPDP dan Politeknik LPP Dorong UMKM Semarang Kembangkan Inovasi Produk Berbasis Komoditas Perkebunan

×

BPDP dan Politeknik LPP Dorong UMKM Semarang Kembangkan Inovasi Produk Berbasis Komoditas Perkebunan

Sebarkan artikel ini
Dari Limbah Sawit hingga Kakao, UMKM Semarang Didorong Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Ratusan peserta mengikuti Workshop Produk UMKM Berbahan Komoditas Perkebunan fi Unwahas Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

“Melalui peningkatan kapasitas, pendampingan, dan kolaborasi, pelaku UMKM harapannya mampu menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki nilai jual. Tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di masyarakat,” katanya.

Rektor UNWAHAS Semarang, Helmy Purwanto, menyebut UMKM telah terbukti menjadi sektor yang mampu bertahan dalam berbagai situasi ekonomi.

Karena itu, penguatan usaha kecil melalui inovasi produk berbasis komoditas perkebunan menjadi langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sektor UKM menjadi salah satu sektor paling tangguh saat terjadi guncangan ekonomi. Pengembangan inovasi berbasis komoditas perkebunan menjadi langkah relevan untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dalam sesi materi, peserta diajak melihat lebih jauh peluang pengembangan produk berbahan sawit, kelapa, dan kakao.

Dosen Agribisnis UNWAHAS, Edi Gunawan, menjelaskan komoditas tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk turunan. Mulai dari makanan, minuman, kosmetik sederhana, hingga kerajinan tangan.

Ia menilai pelaku UMKM perlu memahami potensi pasar sekaligus strategi pengembangan produk agar mampu bersaing di era digital.

“Pelaku UMKM harus memahami karakter bahan baku dan kebutuhan pasar agar produk berbahan komoditas perkebunan bisa berkembang lebih luas,” katanya.

Tak hanya fokus pada produksi, workshop juga membahas strategi pemasaran digital. Praktisi promosi digital Muhammad Anik menekankan pentingnya membangun citra usaha melalui media sosial dan konten kreatif.

Menurutnya, kualitas produk harus berjalan beriringan dengan kemampuan promosi agar produk lokal dapat dikenal masyarakat lebih luas.

“Media sosial, konten visual, cerita produk, dan promosi digital yang konsisten menjadi kunci agar produk UMKM mampu berkembang dan memiliki pasar yang lebih besar,” ujarnya.

BACA JUGA: BI Jateng Pamerkan 90 UMKM Unggulan di UMKM Grande 2026, Target Omzet Naik 5 Persen

Sementara itu, narasumber dari Politeknik LPP, Azhari Rizal, mengajak peserta melihat limbah sawit dari perspektif berbeda.

Ia menjelaskan limbah perkebunan dapat di olah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi sekaligus mendukung konsep usaha ramah lingkungan.