Suasana workshop berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi mengenai peluang pengolahan hasil perkebunan, pemanfaatan limbah, tantangan pemasaran, hingga kebutuhan pendampingan usaha bagi pelaku UMKM.
Salah satu mahasiswa Agribisnis UNWAHAS mengaku mendapat wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menyadari komoditas perkebunan ternyata menyimpan banyak peluang usaha yang sebelumnya jarang mendapat perhatian.
“Workshop ini membuat kami melihat komoditas perkebunan dari sudut pandang berbeda. Banyak bahan yang ternyata bisa di olah menjadi produk usaha yang menarik,” ujarnya.
Hal serupa turut salah satu pegiat UKM Kota Semarang rasakan. Ia mengaku mendapat banyak ide baru terkait pemanfaatan bahan dan limbah perkebunan yang masih memiliki nilai ekonomi.
“Kami jadi punya banyak inspirasi baru tentang pemanfaatan limbah perkebunan. Materinya mudah kita pahami dan sangat dekat dengan kebutuhan pelaku usaha kecil,” katanya.
Melalui workshop ini, BPDP, Politeknik LPP, dan UNWAHAS berharap kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan pelaku usaha terus di perkuat. Untuk melahirkan UMKM berbasis perkebunan yang inovatif, berdaya saing, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. (*)





