SEMARANG, beritajateng.tv – Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan Muhammadiyah Jawa Tengah belum sepenuhnya merata.
Dari 966 unit Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang ada, baru 679 unit atau 70,3 persen yang telah memberikan perlindungan kepada pekerjanya.
Artinya, masih ada 287 unit AUM atau 29,7 persen yang belum terlindungi. Celah inilah yang kini menjadi sasaran perluasan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.
Kedua lembaga tersebut memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang optimalisasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi ekosistem Muhammadiyah di Jawa Tengah.
Kerja sama itu tidak berhenti pada penambahan jumlah peserta. BPJS Ketenagakerjaan dan PWM Muhammadiyah Jawa Tengah akan melakukan pemetaan potensi pekerja, meningkatkan literasi jaminan sosial, serta mendorong perlindungan secara bertahap.
Sasaran perlindungan mencakup pengurus, dai, pekerja Amal Usaha Muhammadiyah hingga pekerja pada Badan Usaha Milik Muhammadiyah.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY, Cahyaning Indriasari atau Naning, mengatakan angka 70,3 persen menunjukkan bahwa perlindungan sudah memiliki fondasi yang cukup kuat.
Namun, menurutnya, angka tersebut belum cukup untuk berhenti. Masih adanya 287 unit AUM yang belum terlindungi harus menjadi perhatian bersama.
Cakupan Perlindungan 70,3 Persen
“Cakupan perlindungan sebesar 70,3 persen menunjukkan fondasi yang cukup kuat. Namun, masih terdapat 287 unit Amal Usaha Muhammadiyah yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Naning.
Ia mengatakan, luasnya ekosistem Muhammadiyah membuat kebutuhan perlindungan juga semakin beragam. Aktivitas pekerja di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, keagamaan dan usaha memiliki risiko yang berbeda.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan seluruh pekerja dalam ekosistem Muhammadiyah memperoleh perlindungan sesuai dengan aktivitas dan risiko pekerjaannya,” katanya.
Data pemetaan BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan sejumlah sektor telah memiliki tingkat perlindungan cukup tinggi.
Rumah sakit menjadi sektor dengan cakupan tertinggi. Sebanyak 47 dari 54 unit rumah sakit Muhammadiyah atau sekitar 87 persen telah terlindungi.





