“Memahami jaminan sosial sejak dini akan membuat generasi muda lebih siap menghadapi risiko kerja,” tambahnya.
Naning menegaskan, Nota Kesepahaman dengan PWM Muhammadiyah Jawa Tengah harus segera terwujud dalam program yang konkret.
Pemetaan pekerja, edukasi, sosialisasi dan pendaftaran kepesertaan akan menjadi bagian dari langkah lanjutan. Seluruh proses akan dilakukan secara bertahap dan terukur.
Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, perlindungan pekerja merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh unsur yang berada di lingkungan Muhammadiyah.
Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan PWM Jawa Tengah harapannya mampu mempersempit kesenjangan perlindungan.
Target akhirnya bukan hanya meningkatkan persentase kepesertaan. Tetapi memastikan pekerja di lingkungan Muhammadiyah memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko kerja maupun risiko sosial ekonomi. (*)





