SEMARANG, beritajateng.tv – Akronim MBG biasanya identik dengan program Makan Bergizi Gratis. Namun, kali ini MBG punya arti berbeda. Sebanyak lebih dari 100 ekor anjing mengikuti kegiatan “Mlaku Bareng Guguk” alias MBG yang berlangsung di kawasan Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Minggu, 14 Juni 2026 sore.
Berbagai ras anjing tampak memadati titik kumpul di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Mulai dari ras kecil seperti pomeranian dan chihuahua hingga anjing berukuran besar seperti dalmatian, doberman, labrador, german shepherd, dan siberian husky ikut berjalan bersama pemiliknya.
Tak sedikit peserta yang membawa dua hingga empat anjing sekaligus. Mereka kemudian berjalan dari Jalan Pahlawan menuju Taman Indonesia Kaya sebelum kembali ke titik awal kegiatan.
Kegiatan yang Dog Community Semarang gelar tersebut sukses menarik perhatian warga Semarang yang tengah beraktivitas di kawasan Jalan Pahlawan. Sepanjang rute perjalanan, sejumlah warga tampak berhenti sejenak untuk menyapa hingga mengabadikan momen bersama anjing-anjing yang ikut berjalan.
BACA JUGA: Perdagangan Daging Anjing di Jateng Masih Terjadi, DMFI: Paling Banyak di Solo Raya
Humas Dog Community Semarang Leonardo Alvienno mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menjadi wadah bagi para pencinta anjing di Kota Semarang untuk menyalurkan hobi sekaligus membangun komunitas yang lebih positif.
“Jadi kami buat acara Dog Community ini bertujuan buat menyalurkan hobi teman-teman yang suka anjing di daerah Kota Semarang,” ujar Alvienno.
Menurutnya, konsep kegiatan sengaja dibuat sederhana dengan mengajak para pemilik anjing berjalan santai bersama hewan peliharaan mereka di ruang publik.
“Jadi kami ada acara MBG ‘Mlaku Bareng Guguk’. Nah, ini entar kita jalannya dari Jalan Pahlawan sampai Taman Indonesia Kaya kembali ke sini lagi,” lanjutnya.
Jadi “Mlaku Bareng Guguk” Kedua, Peserta dan Jumlah Anjing Meningkat Hampir Dua Kali Lipat
Alvienno mengungkap, kegiatan MBG kali ini merupakan penyelenggaraan kedua yang Dog Community Semarang gelar.
Sebelumnya, kegiatan serupa pernah berlangsung di kawasan Kota Lama Semarang. Saat itu jumlah peserta yang bergabung masih jauh lebih sedikit dibanding sekarang.
Pada penyelenggaraan perdana tersebut, jumlah anjing yang mengikuti kegiatan baru mencapai sekitar 50 ekor.
“Nah, ini kebetulan event MBG kami yang kedua. Yang pertama itu kemarin di Kota Lama. Itu yang datang ya karena baru permulaan ada 50 ekor anjing,” ujarnya.
Kini, antusiasme peserta meningkat cukup signifikan. Berdasarkan pendataan panitia, kata Alvienno, jumlah pemilik anjing yang hadir mencapai puluhan orang dengan jumlah hewan peliharaan yang dibawa menembus angka seratus ekor lebih.
“Tadi saya hitung ada 78 orang lebih dan buat anjingnya perkiraan 100 anjing lebih,” ungkap Leonardo.
Alvienno menilai, peningkatan jumlah peserta tersebut menunjukkan komunitas pencinta anjing di Kota Semarang semakin berkembang dan semakin banyak masyarakat yang tertarik mengikuti kegiatan bersama hewan peliharaan.
Dog Community Semarang Buka Pintu untuk Semua Ras Anjing
Selain menjadi ajang berkumpul, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para pemilik anjing dari berbagai latar belakang untuk saling mengenal dan berbagi pengalaman.
Alvienno menegaskan komunitasnya tidak membatasi jenis maupun ras anjing yang dapat bergabung. Seluruh pemilik anjing memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti kegiatan selama memenuhi syarat dasar yang telah panitia tentukan.
“Kalau buat join ke komunitas kami bisa bebas, sih. Semua anjing bisa ikut, kami nggak memandang ras atau trah apa pun,” tegasnya.
BACA JUGA: Kasus Pengiriman Puluhan Anjing untuk Konsumsi Terungkap di Banyumas, Polisi Tetapkan 1 Tersangka
Ia menjelaskan, syarat utama mengikuti kegiatan komunitas adalah memastikan kondisi hewan peliharaan sehat dan aman ketika berinteraksi dengan peserta lain.
“Kalau buat mengikuti kegiatan sih, yang penting anjingnya sehat, enggak agresif, bebas kutu,” jelas Alvienno
Dengan aturan tersebut, panitia berharap seluruh peserta dapat menikmati kegiatan dengan nyaman tanpa mengganggu peserta lain maupun masyarakat yang menggunakan ruang publik.
Dog Community Semarang Dorong Pemilik Anjing Lebih Bertanggung Jawab
Di balik kegiatan jalan santai tersebut, Dog Community Semarang juga membawa misi edukasi kepada para pemilik anjing.
Alvienno mengatakan, hubungan antara pemilik dan hewan peliharaan perlu terus dibangun melalui aktivitas bersama, termasuk berjalan santai di ruang terbuka.
Menurutnya, kegiatan semacam ini juga menjadi sarana untuk mengingatkan para pemilik agar lebih bertanggung jawab terhadap hewan yang mereka pelihara.
“Kita bisa membuat hubungan antara owner sama anjingnya biar lebih baik, terutama kayak kita jalan bareng-bareng gini,” kata Alvienno.
Ia menegaskan tanggung jawab pemilik tidak berhenti pada memberi makan atau merawat hewan peliharaan di rumah. Saat berada di ruang publik, pemilik juga wajib menjaga kebersihan lingkungan.
“Misalnya anjing kita pup atau kencing itu tanggung jawab owner-nya masing-masing. Kita harus bersihin,” tandas Alvienno.
Peserta Berharap Semarang Makin Ramah terhadap Hewan Peliharaan
Salah satu peserta asal Peterongan, Lili, mengaku rutin mengikuti berbagai kegiatan yang Dog Community Semarang selenggarakan selama beberapa tahun terakhir.
Pada kegiatan MBG kali ini, Lili membawa dua anjing peliharaannya, yakni seekor dalmatian bernama Hugo dan seekor doberman.
“Event hari ini kan kami memang acaranya jalan-jalan ya sama anabul kami. Anabul yang saya bawa hari ini Dalmatian sama Doberman. Kalau Dalmatian-nya namanya Hugo,” kata Lili.
Lili menuturkan, komunitas tersebut tidak hanya menggelar kegiatan jalan santai bersama hewan peliharaan. Berbagai kegiatan sosial hingga lomba juga rutin mereka selenggarakan untuk mempererat hubungan antaranggota komunitas.
“Sudah beberapa kali ya. Mungkin kalau tahun hampir dua sampai tiga tahunan lah. Kami kadang suka mengadakan acara jalan bersama gini atau kami mengadakan acara lomba di mall,” ujarnya.
Bahkan dalam waktu dekat, tutur Lili, komunitas tersebut juga berencana menggelar kegiatan sosial. “Kemudian untuk minggu depan kami malah ada acara untuk panti asuhan,” lanjut Lili.
BACA JUGA: Peringati Hari Rabies Sedunia, Pemkot Semarang Gelar Vaksinasi dan Sterilisasi Kucing Anjing Gratis
Lebih jauh, Lili berharap masyarakat Kota Semarang semakin terbuka terhadap keberadaan komunitas pencinta hewan peliharaan di ruang publik.
Dalam hematnya, masih ada anggapan bahwa kehadiran anjing di tempat umum selalu menimbulkan gangguan. Padahal, para pemilik anjing juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan.
“Ya harapannya mungkin dari masyarakat Semarang sih bisa welcome lah dengan kami,” ujarnya.
Lili menegaskan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut tetap mengendalikan hewan peliharaannya selama berada di ruang publik. Selain itu, para pemilik juga bertanggung jawab membersihkan kotoran hewan peliharaan mereka apabila buang air di sepanjang rute kegiatan.
“Karena kan juga kami kalau jalan-jalan gini kami juga anjing kami bawa. Kami ikat ya pakai leash ya, kan enggak kami lepas. Kemudian juga kami bertanggung jawab kok. Kalau dia pup atau pee di sembarang tempat itu juga kami bersihkan,” pungkas Lili. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





